NEWSTICKER

Ganjar & Anies Berebut Simpati Lewat Adu Konten

1 October 2022 06:16

Calon-calon presiden potensial berlomba menggenjot intensitas kemunculan di media sosial untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Sejumlah analis menilai popularitas melalui medsos tidak berpengaruh besar pada elektabilitas.
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendadak jadi sopir angkot mikrotrans Jak 26 rute Rawamangun-Duren Sawit. Anies terlihat berbincang dengan sang sopir sepanjang perjalanan. Hal itu terlihat dalam video yang diunggah di akun YouTubenya. 
 
Momen serupa tapi tidak sama juga dibagikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar juga naik angkot, tapi bedanya Ganjar menjadi penumpang. Itu dilakukan Ganjar saat hendak pulang ke rumah dinasnya di Puri Gedeh, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
 
Anies dan Ganjar adalah dua gubernur yang memiliki elektabilitas tertinggi, di samping Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Menurut Indonesia Political Opinion, pada tahap ini para capres potensial itu sejatinya menggunakan media sosial untuk menarik perhatian pengusung dalam hal ini partai politik.

Di sisi lain, partai politik memiliki perhitungan yang berbeda. Selain karena memiliki potensi terpilih, seorang calon presiden harus memiliki daya ungkit terhadap elektabilitas partai politik. Tokoh yang memiliki angka linier antara popularitas dan elektabilias akan memiliki peluang memiliki daya ungkit terhadap elektabilitas partai politik. 

Wajar jika para calon potensial memaksimalkan media sosial untuk mendongkrak popularitasnya. Pasalnya media sosial merupakan saluran yang murah untuk didayagunakan, namun intensitas kemunculan di media sosial bukan faktor utama tingkat keterpilihan.