NEWSTICKER

Teladan Demokrasi dan Keterbukaan

24 June 2022 07:40

Politik itu cair dan dinamis. Tidak ada mitra yang abadi, pun tidak ada rival yang abadi. Ungkapan-ungkapan tersebut menggambarkan pergerakan partai politik yang kini mulai intens menjajaki pembentukan koalisi di Pemilu 2024. Bisa jadi dalam pemilu sebelumnya mereka berada di koalisi yang berseberangan. 

Namun, pintu selalu terbuka untuk duduk dalam satu perahu demi memenangi kompetisi mendatang. Tokoh-tokoh parpol saling mengunjungi untuk berdiskusi dan mencari kesamaan pandangan sebagai dasar kerja sama yang lebih konkret. Melalui pertemuan-pertemuan mereka, parpol memperlihatkan proses rekrutmen kepemimpinan nasional kepada publik. Ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

Kebetulan hampir seluruh parpol yang menjadi peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden. Dalam penjajakan koalisi itulah, parpol berpeluang besar buka-bukaan. Beberapa di antaranya sudah siap dengan sosok-sosok bakal capres dan cawapres untuk ditawarkan. Ada yang memakai patokan aspirasi publik lewat berbagai survei politik untuk memilih sosok kandidat capres.

Berbeda dengan ketua umum parpol, tanggung jawab pemimpin nasional adalah kepada rakyat, tidak pada partai yang mengusungnya. Dengan begitu, kepentingan rakyat selalu berada di atas kepentingan partai, golongan, dan pribadi. Silaturahim partai-partai perlu dilihat sebagai sebuah proses politik yang positif sekaligus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Spirit demokrasi dan keterbukaan harus senantiasa mengiringi gerak langkah parpol.

Parpol seyogianya menjadi yang paling depan memberikan keteladanan praktik demokrasi yang sehat. Singkirkan ego, kedepankan keterbukaan, perkuat kerja sama yang positif, dan berkompetisi secara sportif. Rakyat akan mengikuti.