NEWSTICKER

Bedah Editorial MI: Menuju Koalisi Permanen

25 June 2022 09:18

Partai politik di negeri ini mulai beranjak dewasa dan matang. Tidak lagi main ancam dan suka mutung. Pemimpin partai sudah bisa dan terbiasa duduk bersama membicarakan kepentingan bangsa. Bisa dan terbiasa duduk bersama di antara para pemimpin partai memperlihatkan kematangan berpolitik. Tidak ada lagi yang merasa hebat dan ingin menang sendiri. 

Tatkala para pemimpin partai bisa duduk sama rendah, muncullah keinginan membangun koalisi demi kepentingan bangsa. Bukan semata-mata merebut dan mempertahankan kekuasaan. Harus jujur diakui bahwa ada kemajuan yang signifikan terkait dengan gagasan koalisi menuju 2024. Partai politik tidak lagi malu-malu membicarakan dan menjajaki koalisi sejak dini. 

Tradisi koalisi selama ini dibangun mendekati batas akhir pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden. Koalisi menit-menit terakhir hanya membicarakan pembagian kekuasaan, bukan lagi membahas kemajuan bangsa.

Koalisi adalah keniscayaan. Konstitusi menetapkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilu. Sejauh ini belum ada koalisi permanen. Sebatas penjajakan, belum berujung mengikat perjanjian. Setelah mempunyai capres yang diusung bersama, baru dibuat perjanjian.

Kiranya partai politik sejak dini membangun koalisi dan mengumumkan nama capres. Pengumuman dini itu lebih menguntungkan bagi pemilih karena sudah mengetahui jauh-jauh hari calon pemimpin di 2024.