NEWSTICKER

Sambo Membela Diri, Tuntutan Jaksa 'Terkebiri'?

24 January 2023 19:00

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo telah membacakan nota keberatan (pleidoi) di PN Jaksel, Selasa (24/1/2023). Sambo membela diri telah divonis oleh publik dan memamerkan prestasinya selama 20 tahun di kepolisian. 

Pakar Hukum Pidana Gayus Lumbun mengungkapkan curhatan (nota pembelaan) dari para terdakwa nantinya akan dipertimbangkan semua oleh hakim. Apakah akan mempertimbangkan hal yang meringankan atau tidak. Dalam hal ini sosial justice saling berkaitan dengan legal justice.

"Hal itu sebagai masukan yang baik, tetapi tentu tidak semata-mata menjadi bagian dari hakim memutuskan karena harus berkaitan dengan legal justice. Oleh karena itu, sosial justice harus dikemas dengan legal justice sebagai sisi yang sama dari sisi yang berbeda," urai Pakar Hukum Pidana Gayus Lumbun dalam live prgram Primetime News, Selasa (24/1/2023).

Gayus Lumbun menambahkan, jasa Ferdy Sambo sebagai perwira tinggi Polri selama masa menjabat tidak boleh dilupakan. Namun, untuk mengurangi hukuman belum tentu jasa tersebut dipertimbangkan, karena itu bersifat non yuridis. Sedangkan, hak yuridis Sambo atas kebenarannya masih belum terungkap.

Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Martin Lukas menilai bahwa hal memberatkan yang dilakukan Ferdy Sambo lebih berdampak besar, dibanding hal meringankan (jasa Ferdy Sambo di Polri). 

"Jika tolak ukurnya prestasi, hal yang memberatkan menurut JPU adalah saudara Ferdy Sambo sebagai terdakwa sudah mencoreng nama baik institusi Polri dan negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri" 

"Kalau menurut saya dampaknya lebih besar daripada prestasinya" tambah Martin.

Namun, semua kembali ke putusan hakim. Apakah hakim akan mempertimbangkan hal meringankan atau malah hal yang memberatkan.

Tag