Assad: Warga Suriah Pergi Akibat Terorisme

Fajar Nugraha    •    Rabu, 16 Sep 2015 18:26 WIB
suriah
Assad: Warga Suriah Pergi Akibat Terorisme
Presiden Suriah Bashar al-Assad (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Moskow: Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak untuk dilengserkan di bawah tekanan. Dia menegaskan bahwa hanya rakyat Suriah yang membuatnya mundur.

"Sebagai presiden, saya naik ke tampuk kekuasaan berdasarkan hasil pemilu yang diikuti oleh rakyat. Jika mundur, maka seorang presiden harus mundur jika dikehendaki oleh rakyat," ujar Assad, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/9/2015).

"Seorang presiden tidak harus turun hanya karena penilaian dari Amerika Serikat (AS), Dewan Keamanan PBB (DK PBB) ataupun Konferensi Jenewa," tegasnya.

Mengenai gelombang pengungsi yang berasal dari negaranya, Assad memiliki alasan tersendiri. Menurutnya mereka pergi karena teroris.

"Barat bersalah karena mendukung terorisme dan mereka masih terus mendukung terorisme. Kini sepertinya Barat merengek karena arus pengungsi dan mengincar mereka dengan senjata," sebut Assad.

"Standar ganda Barat ini tidak bisa lagi diterima," tuturnya.

Assad menyebutkan Iran memberikan pemerintahannya pertahanan yang cukup kuat. Iran menurutnya telah memasok teknologi militer, namun bukan unit militer ke Damaskus.

Sejak munculnya kelompok militan Islamic State (ISIS), Assad menilai pasukan koalisi pimpinan AS masih belum bisa menghadang pergerakan ISIS. Assad menilai ini sebagai sebuah kegagalan.
 


(FJR)