PM Malaysia Berduka atas Kecelakaan Helikopter Jamaluddin Jarjis

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 05 Apr 2015 04:47 WIB
kecelakaan helikopter
PM Malaysia Berduka atas Kecelakaan Helikopter Jamaluddin Jarjis
PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak/Istimewa

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun RazakPerdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak berduka atas kecelakaan helikopter yang merenggut enam nyawa.

Salah satu dari enam korban tersebut adalah mantan Duta Besar Malaysia untuk Amerika Serikat Tan Sri Jamaluddin Jarjis.

"Kepergiannya adalah tragedi yang mengerikan bagi bangsa dan saya sangat sedih atas apa yang telah terjadi," kata Najib seperti dilansir thestar.com.my, Sabtu (4/4/2015) malam.

Najib menilai, Jamaluddin merupakan sosok yang berjasa bagi bangsanya. Selama bertugas menjadi duta besar pada 2009 hingga 2012, Jamaluddin disebut andal memainkan peran penting dalam membangun hubungan baik dengan negeri Paman Sam tersebut.

"Ia berbagi pendapat dan saran dengan saya," kenang dia.

Selain itu, Najib juga merasa kehilangan Kepala Sekretaris Pribadinya, Datuk Azlin Alias yang turut menjadi korban. 

"Dia rela untuk meninggalkan karirnya di dunia usaha untuk bergabung di dalam dunia pemerintahan. Azlin dapat dipercaya dan disukai oleh semua. Kematiannya adalah kerugian besar bagi saya. Dia telah membantu saya banyak di pemerintahan," terang Najib.

Najib langsung mendatangi lokasi kejadian jatuhnya helikopter di Semenyih, Kajang, Selangor begitu mendengar kabar duka itu.

Sebanyak enam orang penumpang, meninggal setelah pulang dari resepsi pernikahan putri Najib, di Pekan, Pahang.

Dalam perjalanan dari Kuantan, menuju Sungai Besi, Subang, helikopter dilaporkan jatuh di perkebunan karet, sekria pukul 16.55 waktu setempat. Saksi mata mengaku, sebelum jatuh terjadi ledakan di udara. Enam orang korban, kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Kuala Lumpur. Otoritas setempat belum menyampaikan penyebab pastinya.

Empat orang korban lainnya adalah Pengusaha Datuk Robert Tan, Cliff Fournier pilot dan pemilik Chempaka Aviation, Ajdiana Baizier, dan pengawal Raskan.


(OJE)