​Kecelakaan Pesawat Germanwings 4U 9525

Kronologis Pesawat Germanwings yang Sengaja Dijatuhkan

Fajar Nugraha    •    Kamis, 26 Mar 2015 23:14 WIB
pesawat germanwings jatuh
Kronologis Pesawat Germanwings yang Sengaja Dijatuhkan
Ungkapan duka untuk korban Germanwings (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Pihak Kejaksaan Marseille Brice Robin mengeluarkan fakta jatuhnya persawat Germanwings 4U 9525. Kopilot Andreas Lubitz sengaja menabrakkan pesawat Airbus A320 itu ke gunung.

Lubitz sudah terbang bersama Germanwings sejak September 2013. Pria berusia 28 tahun itu memiliki 630 jam terbang.

Sementara menurut Brice Robin, Lubitz tidak memiliki alasan untuk melakukan tindakan ini dan tidak terkait dengan teroris. "Tidak ada petunjuk apapun bahwa ini ada tindakan teroris," ujar Robin, seperti  dikutip Guardian, Kamis (26/3/2015).

"Selama 20 menit pertama penerbangan, kedua pilot berkomunikasi normal. Anda bisa mendengar suasana senang," jelasnya, menceritakan isi dari rekaman suara kokpit.

Robin kemudian menjelaskan pilot mempersiapkan prosedur pendaratan di Dusseldorf dan respons dari kopilot tampak senang. Kemudian Robin dan penyelidik Prancis mendengar pilot meminta kopilot,-Andreas Lubitz- untuk memegang kendali pesawat.

"Kemudian kami mendengar suara kursi didorong ke belakang dan suara pintu kokpit ditutup. Kami menilai mungkin pilot ingin pergi ke kamar mandi," jelas Robin.

"Di saat itu kopilot sendiri memegang kendali dan di saat seorang diri, dia memanipulasi sistem monitor penerbangan dan membuat pesawat menurunkan ketinggian. Tindakan itu hanya bisa dilakukan secara sukarela," ungkapnya.

Kemudian Robin mendengar beberapa panggilan dari pilot untuk diberikan akses ke kokpit. Ada sistem komunikasi audio dan visual, serta melakukan identifikasi namun tidak ada respons dari kopilot.

Pilot terus berupaya masuk kembali ke dalam kokpit, namun masih tidak ada respons. Robin mengaku mendengar suara nafas di kabin dan mendengar nafas itu hingga tabrakan.

"Menara pengawas di Marseille tidak menerima respons dari pesawat dan meminta panggilan darurat serta mengaktifkan transponder pendaratan darurat. Dan masih tetap tidak ada respons. Pihak lalu lintas bandara meminta pesawat lain untuk mencoba mengontak pesawat Airbus A320 itu. Masih tidak ada respons," keterangan Robin.

"Alarm tidak berfungsi mensinyalir bahwa pesawat berada di darat dan kami mendengar suara keras dari seseorang yang mencoba mendobrak masuk pintu kokpit. Tepat sebelum tabrakan, kami mendengar suara hantaman keras seperti di batu. Tidak ada panggilan darurat, tidak ada mayday diterima oleh pengawas lalu lintas bandara," sebut Robin.

"44 jam setelah kecelakaan, intepretasi kami menunjukkan bahwa kopilot dengan sengaja menolak membuka pintu kokpit untuk membiarkan pilot masuk dan menekan tombol hingga menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian," pungkas Robin.

Menurut Robin, Lubitz melakukan hal ini tanpa alasan yang tidak diketahui. Tetapi menurutnya hal tersebut merupakan keinginan untuk menghancurkan pesawat.

Seperti diberitakan, Germanwings dengan nomor penerbangan 4U 9525 terjatuh di pegunungan Alpen, Perancis. Pesawat jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Barcelona, Spanyol saat menuju Dusseldorf, Jerman pada Selasa (24/3) pagi.

Ketinggian pesawat sempat jatuh dari 38 ribu kaki selama delapan menit. Seluruh penumpang pesawat nahas yang berjumlah 150 orang tewas. Mayoritas penumpang berkewarganegaraan Jerman dan Spanyol.


(FJR)