Alasan Muslim AS Marah Atas Penembakan Tiga Warga Chapel Hill

Fajar Nugraha    •    Kamis, 12 Feb 2015 19:15 WIB
penembakan as
Alasan Muslim AS Marah Atas Penembakan Tiga Warga Chapel Hill
Deah Shaddy Barakat (kiri), Yusor Mohammad (tengah) dan Razan Mohammad Abu-Salha (kanan) (Foto: Independent)

Metrotvnews.com, North Carolina: Sekitar 2.000 orang memenuhi acara penghormatan terhadap tiga warga Muslim Amerika Serikat (AS) yang ditembak mati oleh seorang warga kulit putih. Di balik kejadian itu ada kemarahan dari warga Muslim AS.

Deah Barakat dan istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha  serta adik Yusor, Razan Mohammad Abu-Salha, tewas di tangan Craig Stephen Hicks. Mereka ditembak Hicks dengan posisi seperti dieksekusi.

Orangtua dari Deah Barakat mengeluarkan pernyataan meminta polisi menyelidiki kasus pembunuhan ini, sebagai kasus yang berdasarkan atas kebencian. Sementara istri dari Hicks menilai insiden ini tidak ada hubungannya dengan agama dari ketiga korban.

"Penyelidikan atas kejahatan yang mungkin terkait dengan kejahatan kebencian ini sudah berjalan. Sementara pengumuman keputusan penyebab insiden ini sudah dijadwalkan pada 4 Maret 2015," ujar Kepala Polisi Chapel Hilla Chris Blue, seperti dikutip Independent, Kamis (12/2/2015).

Tetapi terlepas dari spekulasi motif pembunuhan yang dilakukan oleh sosok ateis dan pecinta senjata itu, ada satu hal yang membuat marah warga Muslim AS. Hal tersebut adalah minimnya perhatian bahwa ketiga korban,-yang aktif dalam kegiatan sosial masyarakat Chapel Hill- tewas dengan cara seperti dieksekusi. 

"Semua akan berbeda jika korban bukan Muslim. 100 persen peristiwa ini akan menjadi perhatian besar, jika korban adalah bukan Muslim," tutur Direktur Hukum lembaga American-Arab Anti-Discrimination Committee (ADC), Abed Ayoub.

Sementara Wakil Presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim University of North Carolina, Ayoub Ouederni mengakui peningkatan Islamofobia di AS. Tetapi dia menilai tidak ada bukti hal itu terjadi di Chapel Hill.

Sedangkan Sabbiyah Pervez menuliskan pemberitaan yang minim dalam insiden ini membuktikan bahwa pihak Barat hampir rampung melakukan dehumanisasi terhadap Muslim. 

"Semakin Anda melabeli sebuah komunitas sebagai bagian asing, sebuah ancaman, Anda telah melakukan dehumanisasi terhadap mereka. Ini telah terjadi saat ini, karena tidak ada perhatian diberikan kepada korban," terangnya.


(FJR)