PM Jepang Peringatkan Kapal Selam Asing

- 14 Mei 2013 23:30 wib
REUTERS/Yuriko Nakao/fz
REUTERS/Yuriko Nakao/fz

Metrotvnews.com, Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Selasa (14/5) mengatakan Tokyo bisa saja memberikan balasan militer jika kapal selam asing memasuki wilayah perairan negara tersebut tanpa menyembul ke permukaan, di tengah konflik Jepang dengan China terkait kepulauan.

Abe memberikan komentarnya setelah Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan keberadaan kapal selam di perairan terdekat -12 mil laut di luar wilayah perairan Jepang- dekat pulau di Okinawa, Jepang, sejak Minggu hingga Senin.

Namun pemerintah tidak memberikan konfirmasi atas pemberitaan media yang menyebutkan bahwa kapal tersebut merupakan kapal selam China. "Ini adalah tindakan serius. Jika (kapal selam) memasuki wilayah perairan kita saat berada dalam laut, kami harus mengambil tindakan pengamanan maritim," kata Abe di depan parlemen pada Selasa (14/5).

Ia tidak memberikan klarifikasi lebih lanjut namun kalimat yang digunakannya mengindikasikan bahwa Kementerian Pertahanan bisa memerintahkan angkatan bersenjata Jepang untuk mengambil tindakan.

Dalam kejadian pada Senin, kapal selam tersebut dideteksi berada dekat dengan perairan Kume, meski tidak melakukan pelanggaran hukum. Berdasar peraturan internasional, kapal bisa melewati garis terluar perairan dengan tujuan damai.

Sementara kapal selam harus menyembul ke permukaan dan menunjukkan benderanya jika mereka bergerak menuju wilayah perairan tertentu. Kemunculan kapal selam itu terjadi saat tiga kapal pemerintah China selama setengah hari terlihat berada di perairan dekat kepulauan Senkaku, yang oleh Beijing diklaim sebagai kepulauan Diaoyu miliknya.

Kejadian itu adalah episode terbaru dalam beberapa bulan ini dimana kapal-kapal dari dua kubu saling unjuk kekuatan, dalam sengketa dua negara mengenai kepemilikan kepulauan strategis yang kaya sumberdaya alam.

China diduga telah memperkuat kemampuan armada lautnya di kawasan Pasifik dan menjadi sasaran kritik negara-negara tetangga atas sikapnya yang makin agresif di kawasan tersebut, terutama dalam kasus-kasus sengketa teritorial. (Antara)

()

AMERIKA

Dibalik Pilar Konstitusi (7)

28 Agustus 2014 21:59 wib

Mata Najwa, Kamis (28/08/2014): Mata Najwa episode kali ini membahas tema 'Dibalik Pilar Konstitusi'. Hadir di Mata Najwa kali ini Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva.