Pulau Sebatik Aman dari Konflik Sabah

- 10 Maret 2013 09:48 WIB
ANTARA/Eric Ireng/bb
ANTARA/Eric Ireng/bb

Metrotvnews.com, Nunukan: Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia masih tetap aman dari dampak konflik antara kelompok bersenjata Kesultanan Sulu, Filipina dengan pemerintah Malaysia.

Kapolsek Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan Iptu Eka Berlin, Minggu (10/3), menjelaskan kondisi Pulau Sebatik aman dan tidak terpengaruh oleh kondisi konflik yang terjadi di Sabah.

"Di sini aman-aman saja, walaupun Sebatik berbatasan darat dengan Sabah," ujarnya.

Terkait kemungkinan Pulau Sebatik menjadi jalur eksodus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari negara tetangga itu, Eka mengatakan sampai saat ini belum ada tanda-tanda Pulau Sebatik akan menjadi jalur eksodus TKI.

Hanya saja, lanjutnya, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi di pulau yang terbagi dua antara Indonesia dengan Malaysia itu.

"Entahlah kalau besok-besok ada kejadian menonjol. Tapi yang pastinya saat ini belum ada kejadian menonjol terkait dengan konflik di Sabah itu yang berdampak kepada kondisi keamanan di Sebatik," ujarnya.

Namun, dia mengaku tetap waspada setiap saat dan memantau perkembangan kondisi keamanan di Pulau Sebatik yang memang rentan dijadikan pintu masuk bagi eksodus baik dari TKI, warga Malaysia ataupun dari kelompok bersenjata tersebut.

Sebelumnya, warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di wilayah Malaysia di Pulau Sebatik diimbau meninggalkan lokasi itu oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia dengan alasan keamanan. (Ant)


BACA JUGA
  •  Rerun Demokrasi Galau (Promo)

    Rerun Demokrasi Galau (Promo)

    Keberhasilan Indonesia menggelar Pilkada secara langsung telah melahirkan sejumlah pemimpin yang berhasil membuat gebrakan. Rakyat pun merasa tak rugi telah memberikan suara dan memilih sosok yang dapat membuat perubahan berarti.


    Namun langkah Demokrasi yang terus diperbaiki, kini tersendat oleh pembahasan RUU Pilkada yang mengusulkan pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD. Anggota fraksi dari koalisi merah putih di DPR yang sebelumnya tak mendukung RUU tersebut, pascapilpres kini berubah haluan. Dengan sejumlah alasan mereka mendukung Pilkada melalui DPRD.


    Sejumlah Kepala Daerah pun bereaksi menentang RUU Pilkada. Bagi mereka suara yang langsung diberikan rakyat kepada mereka, merupakan mandat yang sesungguhnya. Sementara pemilihan langsung oleh DPRD hanya akan mengikat mereka untuk memberikan pelayanan lebih kepada partai politik dan politikus DPRD.


    Kondisi Demokrasi Galau negeri ini menjadi pembahasan Mata Najwa, dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, tayang ulang, Sabtu 20 September 2014 jam 20:30 WIB di Metro TV.

  • Cinta dari Jepang dan Austria (6)

    Cinta dari Jepang dan Austria (6)

    Kick Andy, Jumat (19/9/2014): Kick Andy episode kali ini hadir dengan tema 'Cinta dari Jepang dan Austria'. Cinta bisa ditemukan dan tumbuh dalam berbagai hal. Perjalanan cinta itu sendiri menjadi kisah yang menarik, hingga Kick Andy mengundang dua narasumber dari Jepang dan Austria yang membawa cinta mereka ke Indonesia.

  • Stand Up Comedy Show: Mukti Entut (3)

    Stand Up Comedy Show: Mukti Entut (3)

    Stand Up Comedy Show, Kamis (18/9/2014): Di Stand Up Comedy Show segmen ini menghadirkan comic Mukti Entut.

  • Energy of Love Anne Avantie (5)

    Energy of Love Anne Avantie (5)

    Just Alvin, Minggu (14/9/2014): Just Alvin episode kali ini membahas tema "Energy of Love Anne Avantie". Hadir sebagai narasumber Perancang Busana Anne Avantie dan Ibunda Amie Indiarti serta para sahabatnya.

  • Mario Teguh - The Golden Ways: PHO (Perusak Hubungan Orang) (7)

    Mario Teguh - The Golden Ways: PHO (Perusak Hubungan Orang) (7)

    Mario Teguh - The Golden Ways: Edisi Minggu, 14 September 2014, dengan tema "PHO (Perusak Hubungan Orang)".

  • Tea Time with Desi Anwar : Menulis Dengan Hati (3)

    Tea Time with Desi Anwar : Menulis Dengan Hati (3)

    Edisi Minggu, 08 Juni 2014 kali ini Desi Anwar bertema "Menulis Dengan Hati", bersama penulis Alberthiene Endah.