Penembakan Texas: Tuhan, Kejahatan, dan Aksi Tidak Masuk Akal

Arpan Rahman    •    Selasa, 07 Nov 2017 12:37 WIB
penembakan as
Penembakan Texas: Tuhan, Kejahatan, dan Aksi Tidak Masuk Akal
Warga berdoa di area berdirinya Gereja First Baptist di Sutherland Springs, Texas, 6 November 2017. (Foto: AFP/SCOTT OLSON)

Metrotvnews.com, Texas: Apa yang ada di benak orang-orang ketika sebuah tempat suci dinodai aksi kejahatan? Hal ini terjadi di Gereja First Baptist di Sutherland Springs, Texas, di mana terjadi penembakan brutal yang menewaskan sedikitnya 27 orang.

Berikut opini dari Phil Hotsenpiller, seorang pastor asal California, mengenai penembakan tersebut, seperti dilansir Fox News, Senin 6 November 2017.

Kejahatan nampaknya tak terhindarkan -- tidak terkecuali di gereja.

Pada Minggu 5 November, masyarakat Amerika Serikat menyaksikan penembakan paling mematikan di sebuah gereja. Seorang pria bersenjata memasuki sebuah rumah ibadah di luar San Antonio, Texas, dan menembaki para jemaat yang ada di dalamnya.

Apakah Tuhan adalah pencipta kejahatan, tanya Phil. Pertanyaan ini menantang kita semua di saat terjadi kejahatan yang tidak bisa dimengerti dengan akal sehat. Jika bukan Tuhan, lalu bagaimana kita menjelaskan kejahatan semacam ini?

Tak terbantahkan, aksi itu dilakukan seorang manusia yang memegang senjata api. Dia adalah manusia dan bukan Tuhan. Muncul pertanyaan berikutnya, "Mengapa Tuhan tidak menciptakan makhluk yang berperilaku lebih baik?"

Tindakan tersebut tidak terjadi begitu saja; hukum kausalitas mengajarkan kepada kita bahwa setiap peristiwa memiliki sebab.

Baca: Daftar Serangan Teror di AS sebelum Penembakan Texas

Para penyidik ??akan menghabiskan banyak waktu demi memahami motif pembunuhan. Pada akhirnya, kesimpulannya akan serupa dengan investigasi lainnya. Penembak akan ditemukan tidak stabil, mengonsumsi anti-depresan atau tidak mengarah pada kesimpulan lainnya yang tidak meyakinkan.

Sepertinya tidak ada yang mau mengakui adanya keberadaan makhluk jahat, karena yang ada hanyalah tindakan jahat.

Ada sesuatu tentang kejahatan yang mendorong kita mendekat kepada Tuhan. Ateis Jean-Paul Sartre berkata, "Saya membutuhkan Tuhan... Saya membuka diri untuk beragama, saya amat menginginkannya, itu berupa kesembuhan. Jika hal itu menolak saya, saya pasti akan menemukannya bagi diri saya sendiri."

Sebagai pastor, saya berjuang untuk menjelaskan pertanyaan "mengapa" di balik tindakan jahat yang tidak masuk akal, seperti yang terjadi di Texas. Jawaban sederhana untuk pertanyaan-pertanyaan kompleks cenderung berakhir salah. 

Jadi apa yang harus saya lakukan? Saya bisa saja memberikan jawaban biasa yang sederhana, atau saya bisa meneruskan perjuangan saya, menghadapi kejahatan dan berusaha menyebarkan kasih Tuhan, baik di tengah kemudahaan dan kesulitan.

 


(WIL)