Menanti Gerak OKI Memperjuangkan Palestina

Fajar Nugraha    •    Rabu, 13 Dec 2017 13:30 WIB
palestina israel
Menanti Gerak OKI Memperjuangkan Palestina
Warga Palestina terus berjuang untuk kemerdekaannya (Foto: AFP).

Jakarta: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan melakukan pertemuan khusus di Istanbul, Turki membahas pengakuan Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
Presiden Joko Widodo sudah berada di Istanbul, untuk mengikuti rangkaian pertemuan tersebut. Ada harapan besar dari Jokowi agar KTT Luar Biasa OKI kali ini menunjukkan persatuan dari anggotanya dalam membela Palestina.
 
Konferensi akan dimulai 13 Desember hari ini dan akan diikuti oleh delegasi dari 57 negara anggota OKI. Turki sebagai tuan rumah menyebutkan ada sekitar 30 kepala negara yang hadir.
 
Tetapi saat ini yang penting bukanlah jumlah kepala negara yang hadir, melainkan menentukan langkah konkret yang bisa dihasilkan untuk melawan pengakuan AS mengenai Yerusalem. Banyak faktor yang bisa memperkuat peran OKI mengenai Palestina.
 
Salah satu yang harus bergerak adalah Arab Saudi. Sebagai 'negara besar' di Timur Tengah, peran Arab Saudi sangat krusial dalam langkah ke depan Palestina meraih kemerdekaan. 
 
Setelah munculnya pengakuan AS terkait Yerusalem, beredar tuduhan bahwa Arab Saudi sudah mengetahui sebelum Trump melakukan pengumuman. Bahkan muncul teori-teori bahwa Arab saudi menyarankan kepada Palestina untuk menerima pengakuan dari AS. Tuduhan ini kemudian dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
 
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga menyoroti respons lemah dari beberapa negara Arab mengenai KTT ini. Cavusoglu melihat ada beberapa negara Arab yang sepertinya tidak ingin hubungannya terganggu dengan AS.
 
Ini terlihat dari delegasi yang terlibat dalam pertemuan KTT OKI. Menurut Cavusoglu, Mesir dan Uni Emirat Arab akan mengirim menteri luar negeri dan Arab Saudi masih belum diketahui siapa yang akan berpartisipasi.
 
Terlepas dari berbagai intrik yang muncul. Satu hal yang sangat penting dalam pertemuan ini, yaitu persatuan dari negara anggota OKI untuk Palestina.
 
Hal ini juga disebutkan oleh Presiden Joko Widodo sebelum berangkat Istanbul. Dalam pelaksanaan KTT Luar Biasa OKI ini Presiden akan menyampaikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membeli hak Palestina. Salah satu yang diminta Presiden adalah, negara-negara OKI membulatkan suara dan persatuan untuk membela Palestina.
 
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang beberapa kali menegaskan dukungan Indonesia untuk Palestina menjelaskan, kehadiran Presiden Jokowi juga demi memperkuat perjuangan mempertahankan status quo dari Yerusalem. Hal ini juga sebelumnya sudah diutarakan oleh Paus Fransiskus di Vatikan.
 
Indonesia sendiri memiliki peluang besar menjadi inisiator utama dalam mengupayakan kemerdekaan Palestina. Pendekatan berbeda yang dilakukan Indonesia selama ini ditujukan untuk mempersiapkan Palestina di saat merdeka.
 
Bantuan pembangunan kapasitas serta memperkuat citra Palestina di dunia internasional menjadi hal utama yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Tidak hanya itu, sejak Trump mengumumkan pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mesin diplomasi Indonesia terus bergerak untuk mendorong negara-negara lain, khususnya sekutu AS tidak mengikuti langkah Negeri Paman Sam.
 
Pendekatan-pendekan itu terutama dilakukan oleh Menlu Retno kepada Uni Eropa, Inggris dan negara-negara Barat lainnya.
 
Semoga, dengan adanya pertemuan KTT Luar Biasa OKI ini akan ada hasil konkret untuk Palestina. Selama 50 tahun lebih, sudah saatnya Palestina meraih kemerdekaannya.



(FJR)