Bayar Tebusan, Cara Terbaik Berurusan dengan Abu Sayyaf?

Arpan Rahman    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:23 WIB
wni disandera abu sayyaf
Bayar Tebusan, Cara Terbaik Berurusan dengan Abu Sayyaf?
Sandera Norwegia Kjartan Sekkingstad (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Singapura: Di editorial pada 21 September, Inquirer menyatakan pembayaran tebusan baru-baru ini telah memberi semangat kelompok Abu Sayyaf.
 
Bahwa sandera Norwegia Kjartan Sekkingstad telah dibebaskan adalah penyebab keriangan itu.
 
Pengalaman mengerikan di tangan kelompok bandit Abu Sayyaf,-yang telah menculiknya, September 2015, di Samal, Davao, bersama dengan pria Filipina Marites Flor serta warga Kanada Robert Hall dan John Ridsdel- tidak salah lagi telah tergores pada tubuh kurus kering dan mata cekung itu, penampilannya rapuh lahir dan batin saat dia pertama kali terlihat setelah pembebasannya.
 
"Apa yang dia alami di penyekapan selama setahun adalah "menghancurkan," kata Sekkingstad, seperti dikutip The Straits Times.
 
"Kami diperlakukan seperti budak" -ditundukkan terus-menerus oleh ancaman akan dipenggal, dipaksa mengangkat barang-barang para bandit lantaran mereka bergerilya dari satu wilayah Sulu ke wilayah lain demi menghindari operasi militer, selalu dirundung teror dan kebingungan atas nasib mereka.
 
Dia juga menyaksikan sesuatu yang tak terkatakan --pemenggalan Ridsdel dan Hall, kematian mengerikan mereka bahkan direkam dan diposting secara daring oleh Abu Sayyaf.
 
Lelaki Norwegia itu tidak mengalami nasib yang sama mengerikannya, dilaporkan karena 100 juta peso atau USD2,8 juta dibayarnya untuk membebaskan diri, bukan oleh pemerintah Filipina, tapi oleh keluarganya dan teman-teman di Norwegia.
 
Presiden Rodrigo Duterte sendiri keceplosan, sebulan lalu, bahwa sekitar 50 juta peso telah dibayarkan kepada para bandit demi pembebasan sandera mereka. Mengingatkan kembali pada kebebasan Sekkingstad ini, pengakuan itu disebutkan dalam laporan Istana. Istana yang semula hanya menegaskan posisi resmi bahwa "pemerintah mempertahankan kebijakan tidak ada uang tebusan."
 
Tapi, "jika pihak ketiga atau keluarga memberi tebusan, kita tidak tahu," kata Juru Bicara Kepresidenan Martin Andanar,-menyangkal dengan ekspresi wajah serius.
 
Meskipun Duterte mengungkapkan secara terbuka, dengan tidak sengaja, dia tahu tentang uang tebusan yang dibayar di muka.
 
Sementara pembebasan Sekkingstad menjadi hasil yang diterima dengan senang hati, kenyataan di sekitarnya meminta beberapa jawaban tentang sikap pemerintah terhadap Abu Sayyaf dan, yang sama pentingnya, tentang orang-orang dengan siapa pemerintah bersedia bekerja untuk menjamin kebebasan korban penculikan tersebut. 
 
Kabar mengejutkan lainnya tentang Sekkingstad menyangkut hubungannya dengan orang yang menerimanya setelah dia dibebaskan: Nur Misuari, pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).
 
Presiden secara pribadi berterima kasih pada Misuari untuk perannya dalam menjamin pembebasan Sekkingstad. Tetapi ceritanya tidak seperti yang dipersiapkan atau ditentukan di awal sebagaimana kelihatannya.
 
Misuari rupanya ingin memeras supaya acara penyerahan itu,-karena jauhnya jarak tempuh-bisa memberi dia keuntungan.
 
Dikatakan bahwa setelah menerima Sekkingstad, Misuari menunda pembebasannya kepada pihak berwenang, menjaga pria Norwegia itu di markasnya di Patikul karena ingin secara pribadi memberikan tawanan yang dibebaskan kepada Presiden. Atau, kalau gagal, setidaknya muncul di bandara di Jolo ketika sorot kamera media akan menangkap gambarnya: berperan selaku penolong lokal bagi si sandera dalam memperoleh kebebasan.
 
Misuari, harus dikatakan, tetap jadi objek dari surat perintah luar biasa untuk ditahan karena menghasut pengepungan kota Zamboanga pada 2013, yang menewaskan sedikitnya 300 orang, lebih dari 120 ribu warga mengungsi, dan sangat banyak properti yang rusak.
 
Misuari melarikan diri dan hidup sebagai buronan di Malaysia, namun pada Januari ia menyelinap kembali ke negara itu, kabarnya untuk memimpin sidang umum MNLF di Sulu yang dihadiri oleh sekitar 2.000 anggotanya.
 
Aroma impunitas telah semakin menguat ketika Duterte berkuasa pada Juni dan segera memerintahkan berhenti untuk mengejar Misuari sehingga pembicaraan damai bisa digelar antara pemerintah dan MNLF.
 
Peran Misuari dalam pembebasan Sekkingstad, apa pun itu, selanjutnya memampatkan rehabilitasinya di mata pemerintah. Dia menjadi tersangkut lagi dan, mengingat perilakunya setelah membebaskan sandera Norwegia, rupanya dia tidak kehilangan kerinduannya untuk jadi pusat perhatian.
 
Pemerintahan Duterte bersedia memanjakan Misuari
 
Penasihat Perdamaian Kepresidenan Jesus Dureza tidak menyebutkan perilaku Misuari dan menyalahkan cuaca buruk atas keterlambatan dalam penyerahan Sekkingstad kepada Presiden, kerabatnya yang menunggu, dan duta besar Norwegia di Davao.
 
Tiga nelayan Indonesia yang disandera Abu Sayyaf juga dibebaskan pada waktu yang sama seperti Sekkingstad.
 
Pihak militer menyatakan itu adalah hasil usaha intensif terhadap kelompok militan. Tapi laporan mengatakan ada uang tebusan, seperti biasa, dibayar ,-jumlahnya tidak dirinci- tapi tidak diragukan lagi cukup signifikan untuk memberdayakan kelompok ini melakukan lebih banyak aksi teror.



(FJR)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

16 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA