Kedudukan Inggris di Komunitas Global Setelah Brexit

Arpan Rahman    •    Jumat, 23 Sep 2016 15:35 WIB
brexit
Kedudukan Inggris di Komunitas Global Setelah Brexit
Inggris pascaBrexit menjadi perhatian dunia (Foto: AFP)

Metrotvnews, New York: Pekan ini Perdana Menteri Inggris Theresa May meyakinkan masyarakat internasional, tentang apa yang telah diketahui mitra dan sekutu Inggris selama ini. Kalau terlibat secara global, Inggris siap berperan selalu.
 
Berikut, catatan Sir Kim Darroch, duta besar Inggris untuk Amerika Serikat, yang dimuat Boston Globe, Jumat (23/9/2016):
 
Untuk urusan PBB, seperti kata Perdana Menteri, "Inggris akan menjadi mitra yang percaya diri, kuat, dan dapat diandalkan dunia internasional-tetap setia pada nilai-nilai universal yang kita bagi bersama."
 
Pendapat Darroch muncul setelah beberapa pihak mempertanyakan kekuatan suara dan pentingnya peran Inggris, terutama setelah referendum kami baru-baru ini dalam keanggotaan di Uni Eropa. Pada 23 Juni, melalui pemungutan suara bersejarah sebagai bukti kekuatan demokrasi Inggris, lebih dari 33 juta orang memberikan suara, dengan dukungan mayoritas yang menentukan Inggris keluar dari Uni Eropa.
 
"Sudah bukan rahasia bahwa pemerintah berkampanye untuk kesimpulan yang berbeda. Memang, saya berpendapat, pada bulan Mei lalu, agar Inggris tetap di Uni Eropa," tutur Darroch.
 
Tetapi orang-orang Inggris menyampaikan putusan yang jelas. Inggris akan melakukan apa yang selalu lakukan ketika berhadapan dengan tantangan baru dan ketidakpastian.
 
"Kami akan mencapai keberhasilan," tegasnya.
 
Darroch menegaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan posisi yang kuat. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, NATO, G7, dan G20. "Kamis terus memainkan peran utama secara global," tutur Darroch.
 
Selain itu Darroch juga menganggap penting perannya bersama Amerika Serikat. Sebagai sebuah negara Inggris dianggapnya tetap berkomitmen bagi semua misi di seluruh dunia, termasuk aksi militer terhadap Islamic State (ISIS), penanganan pengungsi di Laut Aegea, dan Mediterania, dan mendukung negara-negara seperti Afghanistan. "Dan pada Jumat, saya akan bergabung Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson di Boston untuk membahas suatu solusi politik demi mengakhiri kengerian perang di Suriah," sebutnya.
 
Kekuatan Ekonomi juga menjadi sorotan bagi Darroch. Menurutnya Inggris adalah kelima terbesar dunia dan di peringkat yang tinggi untuk kemudahan melakukan bisnis. Pada pekan ini, perkiraan OECD terbaru menempatkan Inggris sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di G7 tahun ini, bersama Jerman. Dirinya pun menegaskan bahwa Negeri Ratu Elizabeth itu akan terus menjadi negara perdagangan terbuka, sama seperti sebelumnya.
 
"Jadi sementara kami akan meninggalkan Uni Eropa, kami tidak meninggalkan Eropa atau menarik diri dari dunia. Itu tidak mungkin—secara fisik, budaya, dan sejarah," ucapnya.
 
"Kami adalah bangsa Eropa yang besar dengan sejumlah besar sejarah dan budaya kebersamaan, tapi dengan koneksi dan kepentingan global tersendiri. Kami akan mengarah pada kesepakatan terbaik, yang menguntungkan baik bagi Inggris maupun komunitas global," imbuh Darroch.
 
Selama menjadi duta besar, Darroch mengaku menghabiskan sebagian besar karirnya dengan bekerja merumuskan kebijakan Inggris terhadap Uni Eropa. Dirinya tentu menjadi yang pertama mengakui bahwa memang ada risiko ke depan. Dari luar, akan lebih sulit untuk mempengaruhi arah atau keputusan Uni Eropa.
 
Tapi ada sisi lain cerita: keanggotaan Uni Eropa dapat menjadi kendala, dan Brexit akan memberikan dua hal: pilihan dan kesempatan.
 
Darroch mengakui adanya perdebatan di masyarakat tentang sifat hubungan masa depan Inggris dengan Eropa. Untuk saat ini, tidak akan ada perubahan cara pandang dalam perjalanan masyarakat Inggris, bagaimana barang-barang kami bergerak, atau bagaimana caranya layanan kami dapat terjual.
 
Perdebatan ini adalah proses alami dan tak terelakkan dari demokrasi. Penarikan diri memang akan rumit dan membutuhkan banyak negosiasi. Tapi kami akan melakukannya dengan cara yang bijaksana dan pragmatis, yang berlaku bagi Inggris dan Eropa serta untuk stabilitas dan kekuatan dari komunitas global.
 
"Sebagai bangsa, kami akan dapat menempuh jalan kami sendiri dalam perdagangan bebas dan kebijakan luar negeri. Dan dengan kesadaran yang mendalam dari status kami sebagai sebuah kehormatan, bangsa yang menghadap kepada dunia, kami akan terus bertindak untuk kebaikan Inggris dan komunitas global," pungkas Darroch.
 
"Pasalnya, apakah di Uni Eropa atau di luarnya, kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra kami, terutama di Amerika Serikat, untuk memastikan dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera. Dan itu tidak akan pernah berubah," tutupnya.



(FJR)