Pembunuhan Kim Jong-nam di Luar Batas Perikemanusiaan

Arpan Rahman    •    Senin, 27 Feb 2017 15:04 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Pembunuhan Kim Jong-nam di Luar Batas Perikemanusiaan
Kim Jong-nam saat berada di Tokyo, Jepang, Mei 2001. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Pittsburgh: Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un tewas diracun di Malaysia pada 13 Februari 2017. Berikut sebuah editorial dari The Washington Post yang dikutip Pittsburgh Post-Gazette, Senin 27 Februari 2017: 

Jika disebarkan di medan perang atau dipakai untuk memusnahkan populasi dalam jumlah besar, gas saraf VX merupakan senjata yang sangat mengerikan. Satu liter bahan itu mengandung dosis yang dapat membunuh sekitar 1 juta orang. Kurang dari 10 miligram -- setetes kecil saja di kulit -- bisa membunuh seorang pria dewasa. 

Zat ini dibuat khusus untuk menjadi alat kematian. Inilah salah satu alasan komunitas global melarang penggunaan VX yang diklasifikasikan PBB sebagai senjata pemusnah massal.

Rezim Korut di bawah Kim Jong-un dan loyalisnya kemungkinan telah menggunakan VX untuk melenyapkan Kim Jong-nam, yang pada saat kejadian sedang menunggu pesawat di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

Aksi pembunuhan, yang tertangkap di kamera CCTV, memperlihatkan mentalitas darah dingin diktator muda Pyongyang, yang selama ini telah menghabisi sanak-kerabat, para kolega, dan semua orang lain yang dianggap mengancamnya. Kim Jong-un juga memenjarakan ratusan ribu orang di kamp-kamp suram dan membangun kekuatan nuklir serta rudal yang mengancam kestabilan global.



Pembunuhan dengan racun mengingatkan kematian mantan perwira KGB dan pembangkang Alexander Litvinenko, yang dibunuh dengan menggunakan polonium radioaktif di dalam tehnya di London, Inggris. 

Sebuah penyelidikan di Inggris menemukan bahwa dinas rahasia Rusia dan Presiden Vladimir Putin "kemungkinan menyetujui (pembunuhan)", meskipun tidak ada bukti langsung, hanya jejak radioaktif. Dengan cara yang sama, pembunuhan Kim Jong-nam kemungkinan tidak disertai "label pribadi" Kim Jong-un, tetapi diduga merupakan hasil dari perintahnya.

Korut telah memiliki program senjata kimia sejak 1980-an. Korut adalah salah satu dari sedikit negara yang belum menandatangani Konvensi Senjata Kimia yang melarang VX. 

Baca: Racun Syaraf VX, Senjata Pembunuh Kim Jong-nam

Selain melawan norma-norma internasional, pembunuhan di Malaysia menggarisbawahi pertanyaan tentang bagaimana Kim Jong-un bersikap dengan senjata nuklir di tangan. Kim Jong-un dinilai sebagai sosok impulsif, tidak rasional, tukang bully, dan bersenjata lengkap.

Korut harus ditempatkan kembali dalam daftar negara yang mendukung terorisme, yang telah dihapus hampir satu dekade lalu. Tiongkok mengambil langkah positif baru-baru ini dengan membatasi impor batu bara dari Korut.

Tapi sanksi dari Beijing sebenarnya bisa ditingkatkan lebih jauh terhadap sistem keuangan Pyongyang dan perusahaan Tiongkok yang melakukan bisnis di sana.

Tidak boleh ada keraguan bahwa pembunuhan ini adalah kejahatan di luar perikemanusiaan.

 


(WIL)

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara
Serangan Teror di Kota Manchester

Imbas Teror Bom Manchester, Chelsea Tunda Parade Juara

9 hours Ago

Untuk menghormati mereka yang menjadi korban, manajemen Chelsea akhirnya memutuskan untuk menunda…

BERITA LAINNYA