Mengapa Rentetan Gempa Hantam Italia?

Arpan Rahman    •    Senin, 31 Oct 2016 14:35 WIB
gempa italia
Mengapa Rentetan Gempa Hantam Italia?
Tembok yang hancur akibat gempa bumi di Norcia, Italia, 30 Oktober 2016. (Foto: AFP/ALBERTO PIZZOLI)

Metrotvnews.com, Roma: Rentetan gempa bumi berkekuatan dahsyat melanda Italia. Di antaranya, tiga gempa berkekuatan 6 di wilayah Apennines hanya dalam waktu tiga bulan.

Menurut Jonathan Amos, koresponden sains BBC, Senin (31/10/2016), gambaran besar bisa dipahami dengan cukup jelas. Kekuatan tektonik yang lebih luas di kerak bumi telah menyebabkan lempeng Apennines ditarik secara terpisah pada kisaran sekitar 3mm per tahun -- sekitar 10 kali dari kecepatan di mana kuku Anda tumbuh.

Tapi tekanan ini kemudian tersebar di banyak patahan berbeda yang membelah kawasan pegunungan. Jaringan ini bersifat rumit dan sangat merusak.

Gempa pada Agustus merusak dua patahan yang berdekatan, mulai dari salah satu yang dikenal sebagai Laga dan kemudian merembet ke patahan lain yang disebut Vettore.

Getaran di pertengahan pekan lalu tampaknya telah berlanjut mematahkan ujung utara Vettore. Namun keduanya pada Agustus silam dan tengah pekan lalu, tampaknya hanya bagian atas dari patahan yang telah hancur. Pertanyaan besarnya adalah: apakah segmen yang lebih dalam kini telah retak pula dalam gempa terbaru?

Perdana Menteri Matteo Renzi sudah berjanji bahwa semuanya akan dibangun kembali pascagempa.

"Kita berada dalam periode sulit. Kita tidak boleh membiarkan rasa sakit mendalam, kelelahan dan stres menjadi kepasrahan," katanya. 

Italia Tengah dilanda sejumlah gempa besar dalam beberapa tahun terakhir. Gempa bumi yang menghancurkan kota L'Aquila tahun 2009 dan Amatrice pada Agustus tahun ini menewaskan masing-masing sekitar 300 orang.

Tapi keduanya terukur hanya 6,2 SR dan lebih dalam dari gempa pada Minggu 30 Oktober. 


Kerusakan akibat gempa bumi di Amatrice, Italia. (Foto: AFP)

Gempa terdahsyat Italia sejak 1900:

Oktober 2016 - Norcia, Italia tengah, 6,6 skala Richter (SR), tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini.

November 1980 - Campania, Italia selatan (melanda Napoli), berkekuatan 6,9 SR, lebih dari 5.000 tewas.

Juli 1930 - Irpinia, Campania, 6,6 SR, 1.400 korban tewas
.
Januari 1915 - L'Aquila, besarnya 6,7 SR, lebih dari 30.000 tewas.

Desember 1908 - Selat Messina, 7,1 SR, hingga 200.000 tewas akibat gempa dan tsunami.

September 1905 - Calabria, berkekuatan 7,2 SR, hingga 2.500 meninggal tersapu tsunami.




(WIL)