Pascabrexit, Inggris Terbuka untuk Bisnis

   •    Selasa, 11 Oct 2016 06:44 WIB
indonesia-inggris
Pascabrexit, Inggris Terbuka untuk Bisnis
Alok Sharma MP (Foto: Getrading)

SEBAGAI menteri dari Kementerian Luar Negeri Inggris yang mengunjungi Asia Tenggara untuk pertama kalinya pascareferendum Uni Eropa, saya ingin menjelaskan bahwa Inggris terbuka untuk bisnis dan kami percaya bahwa kawasan yang dinamis ini sangatlah penting bagi Inggris. 
 
Kami telah melakukan perdagangan dengan Asia selama empat abad dan hubungan Inggris dengan Asia dan Pasifik mewakili semua aspek dari kebijakan luar negeri, diplomasi dan keamanan serta perdagangan dan investasi. Saat ini Inggris lebih bervisi keluar ke panggung dunia dan lebih aktif dibandingkan sebelumnya. Hal ini termasuk melihat ke mitra-mitra strategis kami dan negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Asia Tenggara. 
 
Inggris adalah investor internasional terbesar kelima di Indonesia. Investasi sebesar lebih dari 13 miliar Poundsterling dari British Petroleum (BP), Jardin dan perusahaan Inggris lainnya diumumkan saat kunjungan Presiden Jokowi ke Inggris pada April lalu. Kesepakatan sebesar 4 miliar Poundsterling antara Garuda dan Airbus/Rolls Royce adalah salah satu poin perdagangan yang paling disorot dalam satu tahun ini, disaat nilai ekspor barang antara kedua negara meningkat hingga lebih dari 11 persen. 
 
Saya setuju dengan pandangan para pakar bahwa abad 21 akan menjadi abad Asia. Inggris menyadari bahwa Asia Tenggara adalah bagian signifikan dari kawasan yang aktif ini. Itulah alasan mengapa Inggris adalah satu dari tiga negara Eropa yang memiliki Kedutaan di kesepuluh negara ASEAN. 
 
Seiring dengan rencana Inggris memasuki sebuah periode baru dalam sejarah kami, kami melihat prestasi-prestasi yang luar biasa di negara-negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam sejak mereka memproklamirkan kemerdekaannya. Ini adalah sebuah bukti akan ketetapan hati, energi dan visi masyarakat dan para pemimpinnya, dan menceritakan sebuah kisah hebat tentang warisan kuat, institusi hukum dan tata pemerintahan yang transparan. 
 
Ini semua adalah nilai-nilai yang juga dijunjung tinggi oleh Inggris dan kami berpegang teguh pada visi kami sebagai Inggris global yang dihormati diluar negeri, toleran di negeri sendiri, terlibat dalam urusan dunia dan bekerja dengan mitra global kami demi mencapai kesejahteraan dan keamanan negara kami di masa depan.  
 
Inggris akan terus menjadi mitra yang kuat dan bisa diandalkan, tetap berpijak pada nilai-nilai universal yang sama. Kami adalah, dan akan terus menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Di bidang pertahanan, kami memenuhi komitmen NATO untuk mengalokasikan dua persen dari Gross Domestic Product (GDP). Pertahanan dan keamanan di Asia Tenggara tentu saja menjadi prioritas penting bagi Inggris. Kami memiliki pangkalan militer di Brunei dan bagian dari pengaturan "Five Power Defence" dengan Singapura, Malaysia, Australia dan Selandia Baru. Hal ini mengharuskan kami untuk berkonsultasi dengan segera apabila ada kejadian atau ancaman serangan bersenjata terhadap Singapura atau Malaysia. 
 
Kami akan terus membela sistem berbasis peraturan internasional dan hukum internasional. Inggris telah menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam isu Laut China Selatan harus menyelesaikan pertikaian dengan cara-cara yang damai, mengklarifikasi pernyataan-pernyataan dan menindaklanjutinya secara terhormat dan sesuai dengan hukum internasional termasuk dalam kerangka kerja UNCLOS.
 
Kami adalah satu dari enam negara didunia yang membelanjakan 0,7 persen atau lebih dari Gross National Income untuk pembangunan. Kami akan meneruskan komitmen ini, membangun dari semua pencapaian yang telah kami buat untuk mengentaskan kemiskinan, ketidakstabilan dan meningkatkan kesejahteraan dunia. Dan kami juga akan tetap melanjutkan implementasi Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). 
 
Kami memimpin usaha-usaha global untuk menciptakan kebebasan bagi masyarakat Myanmar. Dalam kunjungan Daw Aung San Suu Kyi ke Inggris baru-baru ini, Perdana Menteri Theresa May menegaskan kembali dukungan Inggris untuk membuat kemajuan lebih jauh lagi dalam menciptakan lapangan pekerjaan, memperbaiki akses untuk perawatan kesehatan yang berkualitas dan mereformasi sistem pendidikan. 
 
Inggris akan terus memainkan perannya dalam usaha global melawan perubahan iklim. Kami mulai mengimplementasikan kesepakatan Paris pada akhir tahun ini. Dan melalui Kantor Unit Perubahan Iklim di Kedutaan kami di Jakarta, kami bekerja erat dengan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan yang diakibatkan oleh ekspansi perkebunan kelapa sawit dengan skala besar pada lahan gambut dan wilayah hutan-hutan. Program Kehutanan Inggris sangat penting dalam membantu Indonesia mengembangkan skema perizinan kayu nasional dan kami akan melakukan hal yang sama untuk kelapa sawit. Semua ini bertujuan mengurangi asap yang telah berdampak buruk terhadap masyarakat luas. 
 
Sebagai pelopor perdagangan bebas, hingga saat ini Inggris tetap menjadi pendukung global perdagangan bebas. Kami memainkan peran terdepan dalam memperbaiki kondisi untuk bisnis di Asia. Kami mendorong investasi ke Inggris bahkan lebih luas lagi dan berdasarkan pembicaraan saya dengan sejumlah investor global di Asia, mereka tetap bersikap positif tentang Inggris dan menyadari peluang-peluang ekstra yang ada setelah kami meninggalkan Uni Eropa 
 
Pendekatan visi keluar-lah yang menjadikan Inggris sebagai salah satu dari tiga negara terdepan dalam inovasi dan kami tetap sebagai negara Eropa dengan pertumbuhan ekonomi terpesat, menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kami memiliki masa lalu yang kuat serta warisan bersama, dan Inggris berharap dapat membangun hubungan yang lebih erat lagi dengan Indonesia di masa depan.     

 
 
Penulis adalah Menteri Inggris untuk Asia, Alok Sharma MP.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA