Trump Pilihan Berisiko, Hillary Dianggap Lebih Aman

Arpan Rahman    •    Sabtu, 17 Sep 2016 09:44 WIB
pemilu as
Trump Pilihan Berisiko, Hillary Dianggap Lebih Aman
Rivalitas antara Hillary Clinton dan Donald Trump akan terus memuncak (Foto: The New York Times)

Metrotvnews.com, New York: Mayoritas pemilih menganggap Donald Trump pilihan berisiko untuk dijadikan presiden, menurut jajak pendapat New York Times/CBS News terbaru. 
 
Jajak pendapat itu mengatakan, Trump tidak memiliki kepribadian yang baik dan nilai-nilai yang benar. Tetapi ia dipandang lebih transformatif dan lebih baik dalam menangani ekonomi dari Hillary Clinton.
 
Hillary dipandang sebagai pilihan yang lebih aman. Mayoritas pemilih mengatakan dia memiliki kepribadian untuk bekerja dan akan lebih baik menangani kebijakan luar negeri. 
 
Kurang dari delapan minggu sebelum hari pemilihan, kedua calon terkunci dalam kontes yang ketat di mana tantangan dari calon pihak ketiga dapat membuat perbedaan. Clinton, calon Partai Demokrat, cenderung didukung 46 persen pemilih nasional, berbanding 44 persen untuk Trump dari Partai Republik. Hasil ini termasuk para pemilih yang mengatakan mereka mendukung salah satu calon, seperti dikutip The New York Times, Kamis (16/9/2016).
 
Melihat lebih luas dari pemilih yang telah terdaftar, Clinton unggul, 46-41 persen, didorong oleh dukungan di kalangan perempuan, kaum minoritas, dan sarjana. Sudah terdaftar tetapi mungkin para pemilih tidak datang ke TPS pada November nanti merupakan tantangan besar bagi kampanye Clinton.
 
Trump unggul pada kelompok laki-laki, kulit putih, dan pemilih kurang berpendidikan. Dalam pertarungan empat kandidat, Trump dan Clinton terbagi masing-masing 42 persen. 
 
Gary Johnson, calon Partai Libertarian, mendapat dukungan dari 8 persen kemungkinan pemilih, dan calon Partai Hijau, Jill Stein, mengambil sisa 4 persen. Johnson berharap lolos ke babak debat presiden mendatang, tapi ia hanya memperoleh sedikitnya 15 persen dukungan dalam rata-rata jajak pendapat besar.
 
Disitir dari The Washington Post, Quinnipiac University juga menggelar jajak pendapat terbaru dengan menanyakan rakyat Amerika bagaimana perasaan mereka tentang Clinton dan Trump dalam jajak pendapat yang dirilis pada Kamis (16/9/2016). Dan lagi-lagi terlihat bahwa pada sejumlah kualitas keduanya bersaing ketat seperti pada kejujuran. Di beberapa kalangan, Clinton memiliki keuntungan besar.
 
Selain itu dilaporkan sejak awal pekan ini bahwa tidak ada jajak pendapat yang digelar The Washington Post dan mitranya di ABC News melihat Trump dipandang berkualitas oleh lebih dari 41 persen pemilih. Sementara Clinton tidak pernah di bawah 56 persen.



(FJR)

Indonesia dan Liga Arab Sepakati Kerja Sama Konkret

Indonesia dan Liga Arab Sepakati Kerja Sama Konkret

8 minutes Ago

Bidang kerja sama yang tercakup di dalam MoC tersebut antara lain perdamaian dan keamanan, ekonomi,…

BERITA LAINNYA