Mungkinkah Hitung Ulang Balikkan Hasil Pilpres AS?

Arpan Rahman    •    Senin, 28 Nov 2016 12:04 WIB
pemilu as
Mungkinkah Hitung Ulang Balikkan Hasil Pilpres AS?
Ilustrasi Donald Trump dan Hillary Clinton. (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Wisconsin: Desakan hitung ulang hasil pemilihan presiden di tiga negara bagian menjadi bola panas yang bergulir liar di Amerika Serikat (AS). Chris Walker memaparkan perspektifnya di AOL News, Minggu (27/11/2016), berikut:

Calon presiden dari Partai Hijau, Jill Stein, minta penghitungan ulang di negara bagian Wisconsin pekan ini. Permintaan dilayang beberapa jam sebelum batas waktu kesempatan hitung ulang berakhir. 

Stein mengumpulkan lebih dari USD4,6 juta secara daring untuk mendanai penghitungan ulang di Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania.

Ia berharap bisa membuktikan penyimpangan suara (dan mungkin peretasan surat suara) di negara-negara bagian tersebut, yang dinilainya berpotensi membalikkan hasil pemilihan presiden untuk mendukung Hillary Clinton.

Penyimpangan Total Suara Ditemukan

Beberapa perbedaan matematika ditemukan setelah beberapa daerah di Wisconsin menunjukkan jumlah suara melebihi jumlah kertas suara. Hampir 5.000 suara dihapus dari total perolehan presiden terpilih Donald Trump di negara bagian ini.

Baca: Trump: Penghitungan Suara Ulang Buang Waktu dan Uang

Saat ini, Trump dalam Electoral College (suara elektoral) memimpin dengan 290 pemilih dan Clinton 232, yang belum meliputi pemilih Michigan hingga saat ini. Tetapi jika hasil dari Pennsylvania dan Wisconsin berubah (dan Michigan masuk ke kantong Clinton) melalui penghitungan ulang yang menunjukkan Clinton benar-benar memenangkan kontes tersebut, maka angka Electoral College akan berbalik, 278 untuk Clinton dan 260 Trump.

Beberapa ilmuwan komputer mendesak Clinton mulai melakukan penghitungan ulang sendiri setelah mereka menganalisis hasil pemilu di tiga negara tersebut. Tapi bisakah hasil pilpres berbalik?


Jill Stein. (Foto: AFP)

Hitung Ulang Baru-baru Ini di Wisconsin

Wisconsin pernah mengadakan penghitungan ulang di seluruh negara bagian pada musim semi 2011 dalam salah satu pemilu di Negara Bagian Badger. Pemilu untuk menduduki kursi hakim di Mahkamah Agung antara hakim petahana konservatif David Prosser dan calon liberal JoAnne Kloppenburg ditentukan hanya lewat 7.316 suara dari total hampir 1,5 juta. Penghitungan ulang dilakukan saat itu karena hukum negara memperbolehkan jika perbedaan suara antara dua calon kurang dari 0,5 persen dari total suara.

Meski hasilnya berbeda tipis, Kloppenburg akhirnya kalah dalam penghitungan ulang. Dia memperoleh hanya 310 lebih tambahan suara setelah penghitungan di seluruh negara bagian itu selesai dilakukan.

Trump Memimpin di Wisconsin dan Pennsylvania

Penghitungan ulang yang diprakarsai Stein mungkin mengeluarkan hasil yang lebih baik. Tapi mungkin hanya untuk menemukan selisih tipis suara tambahan Clinton daripada benar-benar membalikkan hasilnya sama sekali.

Trump saat ini unggul atas Clinton di Wisconsin dengan 22.525 suara, selisih yang tiga kali lebih besar dibandingkan dalam kasus Kloppenburg pada 2011. Keunggulan Trump di Pennsylvania juga dinilai tak berpengaruh signifikan jika penghitungan ulang dilakukan, karena presiden terpilih itu unggul 68.030 suara dari Clinton. 

 


(WIL)