39 Anggota Dewan HAM PBB Kritik Perang Narkoba Filipina

Sonya Michaella    •    Sabtu, 30 Sep 2017 17:36 WIB
pbbfilipina
39 Anggota Dewan HAM PBB Kritik Perang Narkoba Filipina
Demo warga Filipina yang mengecam perang narkoba Duterte. (Foto: Asian Correspondent)

Metrotvnews.com, Jenewa: 39 negara anggota Dewan HAM PBB mengecam dan mengkritik situasi hak asasi manusia di Filipina, terkait dengan perang anti-narkoba Presiden Rodrigo Duterte.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan dalam Sesi ke-36 Dewan HAM PBB di Jenewa pekan ini, negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris menekankan bahwa Filipina perlu menyelidiki semua pembunuhan dan melindungi rakyatnya.

"Kami mendesak Pemerintah Filipina untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat," sebut pernyataan yang dibacakan oleh perwakilan Islandia kepada Dewan HAM PBB.

Dikutip dari Asian Correspodent, Sabtu 30 September 2017, disebutkan pula bahwa Filipina adalah salah satu tempat berbahaya untuk para wartawan.

Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano pun telah mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bahwa Filipina "tak menyembunyikan apapun", terbuka untuk penyelidikan yang "independen dan adil" mengenai situasi HAM.

Cayetano juga berterima kasih kepada Washington karena telah menggelontorkan dana sebesar USD2 juta untuk mendukung perang obat terlarang.

Tak hanya warga sipil, Duterte bahkan mengatakan bahwa polisi harus membunuh anaknya sendiri, Wakil Wali Kota Davao City Paolo Duterte, yang dituduh terlibat kasus pengiriman obat-obatan terlarang dari Tiongkok.


(WIL)