Cegah Flu Babi Afrika, Denmark Bangun Pagar Perbatasan

Arpan Rahman    •    Selasa, 29 Jan 2019 17:04 WIB
denmarkflu babi
Cegah Flu Babi Afrika, Denmark Bangun Pagar Perbatasan
Pembangunan pagar dimulai di Padborg, kota yang terletak di perbatasan Kanada dan Denmark, 28 Januari 2019. (Foto: AFP/Ritzau Scanpix/FRANK CILIUS)

Kopenhagen: Denmark mulai membangun pagar perbatasan sepanjang 70 kilometer di sepanjang wilayah yang berbatasan dengan Jerman. Pembangunan pagar bertujuan menghalangi kedatangan babi liar, dalam upaya mencegah penyebaran penyakit flu babi Afrika (African Swine Fever).

Pagar dengan biaya pembangunan 30 juta kroner atau setara Rp64,8 miliar itu memiliki tinggi 1,5 meter.

Dilansir dari laman Sky News, Selasa 29 Januari 2019, pembangunan sudah dimulai sejak Senin 28 Januari di Padborg, sebuah kota yang berada dekat dengan perbatasan Jerman.

Parlemen Denmark menyetujui pembangunan pagar pada Juni 2018. Kata sepakat tercapai usai pemerintah mengingatkan bahwa ekspor daging babi dari Denmark ke negara-negara non-Eropa mungkin akan terkena dampak dari flu babi Afrika.

Total ekspor daging babi dari Denmark pada 2016 mencapai 30 miliar kroner atau Rp63 triliun.

Berbeda dari flu babi pada umumnya, jenis flu babi Afrika tidak menjangkiti manusia. Namun penyakit ini mematikan bagi babi liar maupun domestik, yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi para peternak.

Menurut data Eurostat, sekitar 150 juta ekor babi hidup di negara-negara anggota Uni Eropa. Sebanyak 40 persen dari seluruh hewan itu ada di Spanyol serta Jerman, dan jumlah signifikan lainnya terdapat di Prancis, Denmark, Belanda dan Polandia.

Denmark, negara dengan total populasi 5,7 juta jiwa, adalah satu-satunya anggota UE yang jumlah babinya lebih banyak dari manusia. Perbandingannya adalah 215 bagi setiap 100 warga.


(WIL)