Putin Ancam Kembangkan Rudal Nuklir

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 06 Dec 2018 10:22 WIB
as-rusia
Putin Ancam Kembangkan Rudal Nuklir
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP).

Moskow: Amerika Serikat (AS) mengancam menarik diri dari perjanjian Perang Dingin. Menanggapi ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam balik dengan mengembangkan rudal nuklir yang dilarang berdasarkan perjanjian dengan AS.

"Mereka pikir kami tidak akan memperhatikan. Kami menentang penghancuran perjanjian ini, namun jika terjadi Rusia akan bereaksi sesuai," kata Putin, dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis 6 Desember 2018.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Washington akan menarik diri dari perjanjian Perang Dingin yang membatasi senjata nuklir jarak menengah. Ancaman tersebut akan berlaku jika dalam 60 hari, Rusia tidak membongkar rudal yang diklaim AS melanggar kesepakatan.

Putin menepis pernyataan Pompeo sebagai tabir asap. Dia mengatakan Washington telah memutuskan untuk mencabut perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).

Sang presiden mengatakan sekitar selusin negara kini memproduksi rudal jarak menengah dari jenis yang dilarang dalam perjanjian INF.

"Rupanya sekarang mitra Amerika percaya bahwa situasinya begotu banyak berubah sehingga AS juga harus memiliki senjata semacam itu," tutur Putin.

"Apa yang akan menjadi jawaban kami? Yang sederhana, kami juga akan melakukan ini," tegasnya.

INF ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS saat itu Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet terakhir Mikhail Gorbachev. INF menyelesaikan krisis atas rudal balistik Soviet yang diarahkan ke ibu kota Barat.

Namun itu merupakan perjanjian bilateral antara dua negara tersebut, sehingga tidak ada pembatasan pada militer besar lain, seperti Tiongkok.

Sementara itu, Pompeo pada pertemuan dengan sesama menteri luar negeri NATO mengatakan tidak ada alasan mengapa AS harus terus menyerahkan keuntungan militer ini untuk menyaingi kekuatan. NATO mengatakan, saat ini terserah pada Rusia untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.


(WIL)