Serang Eks Agen Rahasia, AS Beri Sanksi Ekspor ke Rusia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 09 Aug 2018 09:09 WIB
sanksi rusia
Serang Eks Agen Rahasia, AS Beri Sanksi Ekspor ke Rusia
Polisi saat menyelidiki tempat Skripal diracun. (Foto: AFP).

Washington: Amerika Serikat (AS) akan memberikan sanksi baru untuk Rusia. Pemberian sanksi ini karena Rusia dianggap terbukti menggunakan racun saraf pada mantan agen Sergei Skripal di Inggris pada Maret lalu.

Langkah pemberian sanksi ini diumumkan Rabu, 8 Agustus 2018 oleh departemen negara bagian AS. Inggris menyambut baik langkah AS tersebut.

"AS memutuskan pemerintah Federasi Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional, atau telah menggunakan senjata kimia terhadap warga negaranya sendiri," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert, dikutip dari laman BBC, Kamis 9 Agustus 2018.

Sanksi akan berlaku sekitar 22 Agustus mendatang.

Inggris mengatakan tanggapan internasional terhadap Rusia sudah sangat tepat. "Internasional seperti mengirim pesan tegas ke Rusia bahwa perilaku provokatif dan tindakan sembrononya akan ditentang," kata Kemenlu Inggris lewat pernyataan tertulis.

Sanksi terbaru termasuk ekspor komponen elektronik yang sensitif serta teknologi lainnya. Kemenlu AS mengatakan sanksi lebih lanjut akan mengikuti dalam 90 hari jika Rusia tidak menghentikan penggunaan senjata kimia.

Pada Maret lalu, mantan agen mata-mata Rusia Sergei Skripal, bersama anaknya Yulia dilarikan ke rumah sakit usai pingsan mendadak di rumah makan di wilayah Salisbury, London. Inggris menganggap pelaku di balik serangan racun saraf tersebut adalah Rusia.
(LDS)