PM Inggris Ungkap Agen Rusia Tersangka Penabur Racun

Arpan Rahman    •    Kamis, 06 Sep 2018 18:08 WIB
inggrisrusia
PM Inggris Ungkap Agen Rusia Tersangka Penabur Racun
PM Inggris Theresa May ungkap agen intelijen Rusia penebar racun. (Foto: AFP).

London: Dua orang yang diidentifikasi sebagai tersangka dalam serangan gas saraf di Salisbury adalah perwira intelijen militer Rusia. Hal itu dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May.
 
Anggota parlemen terkesima di gedung House of Commons tatkala PM Inggris mengungkapkan sejumlah badan intelijen Inggris yakin bahwa dua warga negara Rusia yang disebut oleh Polisi Metropolitan London adalah petugas dari GRU.
 
Melalui pernyataan darurat ke House of Commons, dia katakan "ini bukan operasi kejahatan" dan "hampir pasti" telah disetujui di "tingkat pejabat senior negara Rusia".
 
"Tindakan GRU adalah ancaman bagi semua sekutu kita dan semua warga negara kita. Atas dasar apa yang telah kita pelajari dalam investigasi Salisbury dan apa yang kita ketahui tentang organisasi ini secara lebih luas, kita sekarang harus meningkatkan upaya kolektif kita secara khusus terhadap GRU," kata May, seperti dinukil dari Mirror, Kamis 6 September 2018.
 
Pemerintah Inggris sudah mengeluarkan 'pemberitahuan bahaya' Interpol dan surat perintah penangkapan Eropa dalam upaya menjerat pasangan itu jika mereka berusaha melakukan perjalanan ke luar Rusia.
 
May juga mengungkapkan skala penyelidikan polisi terhadap insiden keracunan itu, dengan sekitar 250 detektif terlibat dalam penyelidikan, yang memeriksa 11.000 jam rekaman CCTV, dan mengutip 1.400 pernyataan.
 
Menanggapi pernyataan Perdana Menteri, pemimpin Buruh Jeremy Corbyn berkata Rusia harus memberi "laporan lengkap tentang bagaimana gas saraf ini digunakan di Inggris."
 
"Tanggapan kita sebagai negara harus dipandu oleh aturan hukum, dukungan untuk perjanjian internasional, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tambah Corbyn.
 
Namun mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengecam tanggapan Corbyn sebagai "pernyataan yang terlampau sederhana".
 
Polisi Metropolitan menegaskan dua warga Rusia telah diidentifikasi sebagai tersangka dalam keracunan tersebut.
 
Polisi dan jaksa mengungkap ada bukti yang cukup buat menuntut Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov bersekongkol membunuh Sergei Skripal dan berupaya membunuh sang mantan mata-mata Rusia, putrinya, Yulia dan detektif polisi rahasia Wiltshire, Nick Bailey.
 
Komisaris Asisten Kepolisian Metropolitan Neil Basu mengatakan kedua tersangka itu berusia sekitar 40 tahun. Kemungkinan mereka bepergian dengan memakai alias. Petrov dan Boshirov bukanlah nama asli mereka.
 
Jaksa tidak akan mengajukan permohonan ke Rusia untuk ekstradisi kedua orang itu, tetapi Surat Perintah Penangkapan Eropa telah dikantungi.
 
Skripal dan putrinya Yulia diracuni Maret lalu lewat gas saraf Novichok.


(FJR)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

31 minutes Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA