Rusia Peringatkan AS atas Serangan ke Pasukan Pro Rezim Suriah

Arpan Rahman    •    Minggu, 11 Jun 2017 15:05 WIB
krisis suriah
Rusia Peringatkan AS atas Serangan ke Pasukan Pro Rezim Suriah
Pesawat jet tempur F-15C Eagle milik AS. (Foto: AFP / US AIR FORCE)

Metrotvnews.com, Moskow: Rusia mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) bahwa mereka tidak dapat menerima aksi Washington yang menyerang pasukan pro pemerintah di Suriah. 

Peringatan dikeluarkan setelah militer AS melakukan serangan udara terhadap milisi pro Presiden Bashar al-Assad bulan lalu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan pesan tersebut kepada Menlu AS Rex Tillerson dalam hubungan telpon, Sabtu 10 Juni 2017. Sambungan percakapan dikemukakan Kemenlu Rusia kepada awak media.

Pengumuman disampaikan saat televisi pemerintah Suriah mengklaim serangan udara pemerintah telah membunuh pemimpin negara Islam Abu Bakr al-Baghdadi. Klaim semacam itu pernah dibuat sebelumnya, namun sulit diverifikasi.

Pejabat AS mengatakan bahwa bulan lalu, pihaknya melakukan serangan udara terhadap milisi pro Assad yang dinilai sebagai ancaman bagi Washington dan pejuang Suriah yang didukung Negeri Paman Sam.

Hal itu diikuti penembakan terhadap pesawat tak berawak terkait rezim Assad di dekat al-Tanf, di sebuah wilayah penting di perbatasan Irak, Suriah, dan Yordania. Pasukan AS berbasis di daerah tersebut.

Rusia mengatakan pada saat itu, tindakan AS akan menghambat upaya menemukan solusi politik untuk konflik dan juga melanggar kedaulatan Suriah.

"Lavrov mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan serangan AS terhadap pasukan pro pemerintah dan meminta Tillerson mengambil tindakan konkret mencegah kejadian serupa di masa depan," kata kementerian tersebut seperti dirangkum Sydney Morning Herald dari laporan Reuters dan New York Times, Minggu 11 Juni 2017.

Fosfor Putih

Gambar-gambar dan sejumlah laporan dari para saksi di kota Raqqa di Suriah utara menunjukkan bahwa koalisi pimpinan AS yang bertempur melawan ISIS telah menggunakan amunisi tertentu. Amunisi itu dilengkapi fosfor putih, yang dilarang digunakan di wilayah padat penduduk berdasarkan hukum internasional.

Berbagai foto dan klip video yang diposting secara daring menunjukkan titik-titik menyilaukan cahaya yang menyebar ke arah luar. Di siang hari, gambar menunjukkan kepulan putih rendah. Keduanya khas jejak visual fosfor putih yang dapat dimasukkan ke dalam artileri.

Warga yang menyebarkan pesan teks melaporkan pengeboman serupa pada Jumat kemarin.

Gambar-gambar itu didistribusikan sayap propaganda ISIS, Amaq, serta kelompok pemantauan anti-ISIS yang disebut Raqqa Is Being Slaughtered Silently.

Fosfor putih, bersama dengan pembakar lainnya, telah digunakan oleh pasukan pemerintah Suriah yang memerangi gerilyawan di Aleppo dan tempat lain.


(WIL)