Relawan Khawatir Sampah Plastik Menumpuk di Pesisir Timur Inggris

Arpan Rahman    •    Minggu, 16 Jul 2017 18:29 WIB
sampahlingkungan hidup
Relawan Khawatir Sampah Plastik Menumpuk di Pesisir Timur Inggris
Relawan RSPCA menyingkirkan sampah plastik di pesisir timur Inggris. (Foto: RSPCA)

Metrotvnews.com, Scarborough: Garis pantai Jurasik di sekitar pantai timur Scarborough, Inggris, adalah lokasi yang indah permai. Di sana, tebing batu berlumpur, batu kapur, dan batupasir membuat garis pantainya tidak dapat dicapai manusia. Tapi sayangnya, sampah bisa mencapai tempat tersebut.

Jangan heran kalau muncul sampah di sana. Diperkirakan sekitar 4,8 juta dan 12,7 juta ton sampah plastik tersapu ke pantai-pantai dunia dalam setiap tahunnya.

Plastik menjadi 95 persen tipe sampah di lautan, terutama dalam bentuk tas, wadah makanan dan minuman serta peralatan memancing. Beberapa penelitian memperkirakan 90 persen burung laut di dunia memiliki plastik di dalam perut mereka.

Karena menyadari tingginya jumlah sampah di garis pantai Scarborough, grup penyayang hewan RSPCA meluncurkan 'Operation Sweeping Tides.'

Mereka bekerja dalam kemitraan dengan Dewan Scarborough, Pusat Kehidupan Laut lokal, dan puluhan sukarelawan demi membersihkan garis pantai dari sampah.

Tugas membersihkan sampah di sana hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan kapal penyelamat dari badan amal. Kapal dipakai untuk mengangkut sampah yang dipungut para sukarelawan.

"Masalah sampah ini terus berkembang," kata Geoff Edmond dari RSPCA, seperti dikutip Sky News, Minggu 16 Juli 2017.

"Ada banyak sampah dan kotoran di luar sana, kita perlu menyingkirkannya. Sampah-sampah ini terus bertambah pada setiap kedatangan ombak," lanjut dia.

Secara global, jumlah sampah botol, kaleng, alat pancing, dan lainnya yang dikumpulkan para relawan di Scarborough masih relatif kecil. 

Namun bagi burung laut dan anjing laut di sepanjang pantai Pantai Timur Inggris, hal itu bisa membuat perbedaan berarti antara kehidupan dan kematian.

Sky News meluncurkan kampanye Sky Ocean Rescue awal tahun ini, yang bertujuan mengurangi jumlah sampah plastik di lautan dunia.


(WIL)