PM Rusia: RUU Sanksi AS Perlihatkan Kelemahan Trump

Willy Haryono    •    Kamis, 03 Aug 2017 09:41 WIB
as-rusia
PM Rusia: RUU Sanksi AS Perlihatkan Kelemahan Trump
PM Rusia Dmitry Medvedev. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Moskow: Rusia geram setelah Rancangan Undang-Undang yang mengatur penerapan serangkaian sanksi baru disetujui sebagian besar anggota Kongres Amerika Serikat. 

RUU itu mengatur penjatuhan sanksi terhadap Rusia, Iran dan Korea Utara. Rusia menilainya sebagai RUU yang "benar-benar cacat."

Karena mayoritas Kongres menyetujui RUU tersebut, Trump tidak bisa menggunakan hak veto. 

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menulis status di Facebook, yang menyebutkan bahwa RUU sanksi itu akan menelurkan "konsekuensi." 

"Pertama, (RUU) itu mengakhiri harapan adanya perbaikan hubungan kami dengan pemerintahan baru AS," ungkap Medvedev, seperti dikutip Sky News, Rabu 2 Agustus 2017. 

"Kedua, itu merupakan deklarasi perang ekonomi berskala besar terhadap Rusia," lanjut dia. 

"Ketiga, pemerintahan Trump telah memperlihatkan kelemahan total dengan menyerahkan kekuatan eksekutif ke Kongres dengan cara yang paling memalukan." sebut Medvedev. 

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin merespons RUU sanksi dengan mengusir 755 diplomat AS. Putin menegaskan kesabaran Rusia sudah habis dalam menanti perbaikan hubungan dengan AS. 

"Kami menanti sejak lama, dan mungkin sesuatu akan berubah menjadi lebih baik. Kami tetap berharap situasi akan berubah entah bagaimana di masa mendatang," ujar Putin dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Rossiya 1.

"Namun, dengan menimbang berbagai hal saat ini, walau pun nanti hubungan kedua negara akan berubah, itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat," sambung dia.

 


(WIL)