Badan Amal Inggris Gelar Tes Narkoba untuk Kurangi Angka Kematian

Arpan Rahman    •    Senin, 31 Jul 2017 14:32 WIB
narkotika internasional
Badan Amal Inggris Gelar Tes Narkoba untuk Kurangi Angka Kematian
Ilustrasi narkoba. (Foto: Sky News)

Metrotvnews.com, Cumbria: Warga Inggris yang membawa narkotika ke sejumlah acara atau festival dapat meminta uji zat yang mereka bawa dalam skema kontroversial sebuah organisasi di musim panas ini. 

Sebuah badan amal menawarkan pengujian laboratorium untuk obat-obatan terlarang seperti kokain dan ekstasi, demi memastikan itu semua tidak dicampur dengan bahan kimia berbahaya.

Layanan ini digelar di sebuah festival Kendal Calling di Cumbria. Badan amal itu menjanjikan pengguna bahwa mereka tidak akan ditangkap jika membawa narkoba untuk diuji coba.

Penyelenggara mengklaim telah menemukan obat malaria yang diremukkan, insektisida, atau bahkan semen dari serpihan beton di dalam pil yang dijual bebas di Inggris. Pil-pil ini biasa dibawa warga Britania Raya ke beragam festival.

Profesor Fiona Measham, direktur dari The Loop, mengatakan bahwa badan amal tersebut menawarkan inisiatif "pragmatis dan pengurangan dampak buruk" dari narkoba.

"Kami tahu ada beberapa orang mendapatkan narkoba di lokasi tertentu, dan beberapa orang membawanya sendiri. Jadi apa yang kami lakukan di sini adalah berupaya mengatasi beragam masalah kesehatan yang mungkin timbul dari perilaku tersebut," tutur Measham.

"Kegiatan ini difokuskan kepada kesehatan masyarakat, dan bukan pada ranah peradilan pidana," katanya seperti dilansir Sky News, belum lama ini.

Sekitar satu dari lima pengguna narkoba meminta badan amal tersebut untuk membuang zatnya setelah dites, kata Prof Measham. 

Namun kritikus berpendapat, skema seperti itu justru dapat meningkatkan penggunaan narkoba.

David Raynes dari Aliansi Pencegahan Narkoba Nasional berkata kepada Sky News: "Hal ini menormalisasi perilaku membawa narkoba. Beberapa orang akan pergi ke suatu acara untuk pertama kalinya, dan juga memakai narkoba untuk pertama kalinya di sana."

"Skema uji coba tidak membuat narkoba yang mungkin dibawa seseorang menjadi zat aman," bubuhnya.


(WIL)