Kunjungi Lokasi Kebakaran Apartemen, PM Inggris Diteriaki Warga

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 17 Jun 2017 16:08 WIB
kebakaran
Kunjungi Lokasi Kebakaran Apartemen, PM Inggris Diteriaki Warga
PM Theresa May berupaya menghindar dari warga yang dipenuhi amarah (Foto: Daily Mail).

Metrotvnews.com, London: Kejadian tidak mengenakan dialami oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, ketika mengunjungi korban selamat dalam peristiwa kebakaran apartemen London.
 
Menemui korban selamat dari kebakaran Grenfell Tower, PM May justru tidak mendapatkan sambutan ramah. Barikade tampak di dalam Gereja St Clement selama 30 menit 
 
"Pembunu! Pengecut! Anda memalukan!," ucapan itu yang terdengar ketika PM May datang ke tempat penampungan korban selamat kebakaran Grenfell Tower, Jumat 16 Juni malam waktu setempat.
 
Kunjungan kali ini dilakukan setelah satu hari sebelumnya, PM May dikecam karena menghindari warga lokal yang menjadi korban selamat kebakaran. Sikap May dianggap memicu kemarahan warga yang menilai May tidak menyadari besarnya tragedi ini.
 
Hingga saat ini dilaporkan 30 orang tewas akibat kebakaran. Dikhawatirkan jumlah korban tewas bisa mencapai 70, mengingat masih banyak warga yang dilaporkan hilang.
 
Ketika kedatangan perdana menteri dari Partai Konservatif itu diketahui warga, mereka langsung berkumpul mendesak menemui May. Polisi langsung menutup akses ke PM May dan melakukan penjagaan ketat.
 
Saat keadaan semakin memanas, petugas pun membawa PM May keluar dari gereja. Namun pada akhirnya warga bisa melihat PM May bergegas menuju mobil.
 
Mobilnya sempat dikepung namun akhirnya melarikan diri dari kepungan warga. 
 
"Apa yang dilakukannya di sini? Suruh dia kembali ke rumahnya yang nyaman. Untuk apa dia datang hanya di hari Jumat? Keluar dari sini!," tukas seorang warga, seperti dikutip Daily Mail, Sabtu 17 Juni 2017
 
Sebagai upaya untuk meredakan kritikan, PM May sudah mengumumkan paket bantuan sebesar lima Juta poundsterling untuk korban kebakaran. Hal ini termasuk bantuan hukum bagi warga yang ingin melontarkan tuntutan.
 
"Dari cerita individu yang saya dapat di Chelsea dan Westminster, sangatlah buruk. Saya sempat berbicara dengan warga yang lari dari kobaran hanya dengan pakaian yang mereka kenakan," tutur May dalam sebuah pernyataan tertulis.
 
"Mereka saat ini sudah tidak punya apapun, kartu atm, tidak punya uang, tidak ada pula perhatian untuk anak atau keluarga. Salah satu korban perempuan mengaku menyelamatkan diri hanya menggunakan pakaian dalam," imbuh May.
 
"Untuk itu, paket bantuan yang saya umumkan saat ini untuk para korban diharapkan bisa membantu mereka dengan cepat. Kami akan melihat kembali apa yang perlu dilakukan," tegasnya.
 
"Semua pihak yang terpengaruh dengan tragedi ini butuh kepastian bahwa pemerintah hadir untuk mereka dalam kondisi parah sekarang. Ini yang ingin saya berikan kepada para korban," tutur May.
 
Sementara mengenai kebakaran sendiri, muncul pertanyaan mengapa apartemen itu tidak dilengkapi dengan perangkat keamanan yang memadai. 
 
Warga merasa kesal sejak lama dengan Dewan Kota Kensinton dan Chelsea. Mereka mempertanyakan kepada bangunan itu tidak dilengkapi dengan sistem pemadam otomatis dan alarm asap. 
 
Selain itu warga juga ingin mendapatkan penjelasan apakah renovasi terhadap apartemen yang berlangsung, memicu kobaran api yang lebih besar. Hingga saat ini penyelidikan masih dilakukan.



(FJR)