Penjagal Bosnia Berakhir di Balik Jeruji Besi

Arpan Rahman    •    Kamis, 23 Nov 2017 13:30 WIB
bosnia
Penjagal Bosnia Berakhir di Balik Jeruji Besi
Ratko Mladic, penjagal warga etnis Bosnia, divonis penjara (Foto: AFP).

Den Haag: Majelis hakim PBB memvonis mantan Panglima Militer Serbia Bosnia Ratko Mladic menjalani hukuman penjara.Terdakwa ditemukan bersalah melakukan genosida dan kejahatan perang dalam konflik Balkan yang brutal selama dua dekade lampau.

Persidangan atas tokoh yang dijuluki 'Penjagal Bosnia' menjadi yang terakhir sebelum Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia itu ditutup, bulan depan.

Pengadilan membuktikan Mladic, 74, bersalah atas 10 tuduhan, termasuk genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama perang 1992-1995. Konflik tersebut menewaskan 100.000 orang dan mengungsikan 2,2 juta jiwa saat pertikaian etnis memecah-belah Yugoslavia.

"Karena sudah melakukan kejahatan ini, majelis memutuskan Ratko Mladic dipenjara seumur hidup," hakim ketua Alphons Orie mengatakan. Ia menambahkan bahwa kejahatan tersebut 'satu di antara yang paling kejam yang diketahui manusia'.

Setelah desas-desus dia tidak akan menghadiri persidangan, mantan jenderal tersebut, yang pernah menebarkan ketakutan di Bosnia, mengacungkan jempolnya saat memasuki ruang sidang di Den Haag.

Dalam situasi yang luar biasa, dia diperintahkan supaya diseret dari pengadilan setelah majelis hakim menolak untuk menangguhkan penahanan.

"Keadaannya brutal, mereka yang berusaha mempertahankan rumah-rumah mereka dihantam dengan kekuatan yang kejam. Eksekusi massal terjadi dan beberapa korban meninggal setelah dipukuli," kata Orie, menguraikan kasus tersebut.

"Banyak pelaku yang meringkus kaum Muslim Bosnia menunjukkan cuma sedikit atau tidak menghormati kehidupan atau martabat manusia," sebutnya seperti disitat Times Live, Kamis 23 November 2017.

Putusan kemarin telah lama ditunggu oleh puluhan ribu korban di wilayah yang terpecah-belah. Puluhan orang berkumpul di Den Haag, banyak yang memegang foto orang kesayangan mereka yang meninggal atau termasuk di antara 7.000 yang masih hilang.

"Bosnia dan Herzegovina: Tidak ada impunitas untuk penjahat perang!" terbaca satu spanduk, sementara yang lain membentang potret Mladic menenteng tengkorak manusia, berbunyi: "Bersalah segalanya!"

Jaksa mengatakan Mladic dan rekan politiknya Radovan Karadzic menggelar pembersihan etnis demi 'menghilangkan secara permanen' Muslim Bosnia dan Kroasia dari daerah yang diklaim oleh orang Serbia Bosnia.

Tertangkap setelah 16 tahun dalam pelarian, Mladic dinyatakan bersalah melakukan pembantaian tahun 1995 di Srebrenica, di mana pasukan di bawah komandonya membantai hampir 8.000 Muslim.

Mladic juga dinyatakan bersalah karena menyandera lebih dari 200 personil militer NATO dan memakai mereka sebagai tameng manusia demi mencegah serangan udara.


(FJR)