Racuni Empat Lansia, 'Black Widow' Prancis Disidang

Arpan Rahman    •    Senin, 15 Jan 2018 23:27 WIB
kasus pembunuhanprancis
Racuni Empat Lansia, 'Black Widow' Prancis  Disidang
Kawasan pantai France Riviera. (Foto: AFP)

Paris: Seorang wanita Prancis yang dijuluki "Black Widow dari Riviera" diduga merayu dan meracuni sejumlah pria kaya raya, dan menewaskan dua dari korbannya. Dalam persidangan pada Senin 15 Januari 2018, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.

Patricia Dagorn, 57, sudah menjalani hukuman lima tahun penjara karena pencurian, penipuan, dan penyerapan yang melibatkan seorang oktogenarian (pria berusia 80-89 tahun) di Pegunungan Alpen Prancis pada 2012. Pria itu membiarkan Dagorn tinggal bersamanya dengan syarat mau berhubungan seksual.

Pria 87 tahun itu, Robert Mazereau, kemudian diserang secara fisik oleh Dagorn. 

Setahun sebelumnya, polisi telah mencurigai Black Widow menyusul terkait jasad Michel Kneffel, pria berusia 60-an yang sempat tinggal dengan Dagorn di Nice, ditemukan pada Juli 2011.

Tidak ada jeratan hukum dalam penemuan jasad tersebut. Namun penyelidikan dibuka kembali usai Dagorn didakwa setelah polisi menemukan Valium dan dokumen pribadi sejumlah pria.

Tim investigator kemudian menelusuri kasus ??pembunuhan lain atas korban Francesco Filippone, 85. Mayatnya ditemukan di bak mandi dalam keadaan sudah membusuk di Mouans-Sartoux, di luar Cannes, pada Februari 2011.

Dagorn sebelumnya mencairkan cek dari Filippone seharga 21.000 Euro (USD25.600), uang yang dia katakan merupakan hadiah untuk membantunya membuka toko perhiasan.

"Dia membantah tuduhan secara keseluruhan, termasuk pencurian," kata salah satu pengacaranya, Georges Rimondi, seperti dilansir AFP , Senin 15 Januari 2018.

Ketika Dagorn dikenai tuduhan atas kasus tersebut pada 2015, Rimondi menggambarkan kliennya sebagai individu "rapuh" yang telah dititipkan di panti asuhan di usia belia. Dagorn juga pernah berkata "merasa nyaman bersama orang-orang lanjut usia."

Pada 2013, putra bungsunya mengatakan kepada sebuah surat kabar lokal bahwa dia tidak terkejut dengan tuduhan terhadap ibunya.

"Dia selalu terobsesi dengan uang yang bisa didapat dengan cepat dan mudah," ujar dia kepada harian Nice-Matin.


(WIL)