Rusia Hentikan Sementara Serangan Udara di Suriah

Willy Haryono    •    Selasa, 18 Oct 2016 17:22 WIB
krisis suriah
Rusia Hentikan Sementara Serangan Udara di Suriah
Banyak wilayah di Aleppo hancur akibat serangan udara. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Moskow: Pesawat jet tempur Rusia dan Suriah menghentikan sementara serangan udara di Aleppo menjelang diberlakukannya jeda kemanusiaan pada Kamis mendatang.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pengeboman telah dibekukan pada Selasa (18/10/2016) pagi. Dalam jeda kemanusiaan pada Kamis, serangan udara akan dihentikan sejak pukul 08.00 pagi hingga 16.00. 

Seperti dikutip BBC, Shoigu mendesak pemberontak dan warga sipil di timur Aleppo untuk menggunakan jeda kemanusiaan ini untuk meninggalkan kota. 

Menurut laporan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights, sepasang suami istri dan tiga anaknya tewas dalam serangan udara di Aleppo pada Senin malam. Lebih dari 430 orang tewas dalam rentetan pengeboman di wilayah pemberontak di Aleppo belum lama ini. 

PBB mengkritik durasi jeda kemanusiaan di Aleppo, dan meminta diperpanjang hingga setidaknya 12 jam. 

"Kami menyambut baik adanya jeda dalam pertempuran, namun durasinya perlu lebih lama lagi agar bantuan dapat disalurkan," ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric. 

Pengumuman jeda kemanusiaan dilakukan Suriah beberapa jam setelah 14 orang dari sebuah keluarga dilaporkan tewas dalam serangan udara di Aleppo. Tim relawan mengatakan delapan anak-anak dan dua wanita berada di deretan korban tewas tersebut.  

Rusia dikecam negara-negara Barat atas serangan udara di Aleppo yang telah menewaskan banyak warga sipil. Amerika Serikat (AS) dan PBB menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang. 

Moskow membantah tuduhan tersebut. Presiden Vladimir Putin menyebutnya hanya sebagai "retorika" yang tidak menggambarkan kenyataan sebenarnya di Suriah.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA