AS Bersikukuh Pemimpin Rezim Suriah Harus Disingkirkan

Willy Haryono    •    Sabtu, 13 May 2017 15:02 WIB
krisis suriah
AS Bersikukuh Pemimpin Rezim Suriah Harus Disingkirkan
Presiden AS Donald Trump (kiri) menjamu Menlu Rusia Sergei Lavrov di Gedung Putih, Washington, 10 Mei 2017. (Foto: AFP/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY)

Metrotvnews.com, London: Kedatangan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ke Amerika Serikat memperlihatkan perbedaan pendapat kedua negara mengenai nasib dari pemerintahan Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad.

Washington bersikukuh "memotong kepala" rezim Suriah dan 20 ajudan Assad, sementara Moskow mengingatkan tindakan semacam itu akan berujung pada masalah seperti di Irak dan Libya. 

Menurut keterangan beberapa sumber diplomat Barat kepada kantor berita Asharq al-Awsat di London, Inggris, Jumat 12 Mei 2017, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump kini "mengambil posisi jelas mengenai Assad setelah agen intelijen di Washington, London dan Paris menerima bukti bahwa rezim Suriah 100 persen berada di balik serangan kimia di Khan Sheikhoun." 

"Tidak ada perdamaian dengan Assad, tidak ada stabiilitas dengan Assad dan tidak ada rekonstruksi dengan Assad," kata beberapa sumber, mengutip ucapan pemerintahan Trump terhadap Lavrov pekan ini di Washington. 

Mereka menambahkan, AS melunak mengenai "metode atau waktu dari pelengseran Assad" dari rezim Suriah. AS disebut-sebut menyerahkan masalah pendepakan Assad kepada Moskow. 

Sementara Lavrov menegaskan kembali posisi Rusia, bahwa "penyingkiran Assad akan berujung pada keruntuhan rezim dan akan berujung kekacauan seperti di Irak dan Libya."

Masih dari informasi beberapa sumber diplomat, AS mengatakan kepada Lavrov bahwa "sekitar 20 pejabat tinggi Suriah harus dilengserkan dan meninggalkan negara mereka."  

"Washington hanya meminta kepala rezim diputus dan diusir dari Suriah agar kejadian seperti di Yaman tidak terulang, saat (mantan presiden) Ali Abdullah Saleh tetap tinggal di negaranya dan memainkan peranan buruk di sana, ungkap mereka.


(WIL)