Presiden Rusia Imbau Dunia Berhenti Intimidasi Korut

Sonya Michaella    •    Selasa, 16 May 2017 10:56 WIB
korea utara
Presiden Rusia Imbau Dunia Berhenti Intimidasi Korut
Presiden Rusia Vladimir Putin menganggap uji coba misil balistik yang dilakukan Korut cukup berbahaya (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menganggap uji coba misil balistik yang dilakukan Korea Utara (Korut) cukup berbahaya. Namun, ia memperingatkan dunia internasional untuk berhenti mengintimidasi Korut.
 
"Kami menganggap, uji coba misil Korut terbaru sangat berbahaya. Tapi kita harus berhenti mengintimidasi mereka untuk menemukan solusi atas masalah ini," kata Putin, seperti dikutip Washington Post, Selasa 16 Mei 2017.
 
Pasalnya, uji coba misil balistik Korut yang diluncurkan pada Minggu 14 Mei kemarin tersebut mendekat ke perairan usia. Misil balistik ini diluncurkan dari pangkalan militer Kusong, sebelah barat laut Korut.
 
Sementara itu, sebagai sekutu utama Korut, Tiongkok bersama Dewan Keamanan PBB juga mengecam peluncuran terbaru misil balistik Negara Komunis tersebut.
 
KCNA melaporkan, misil balistik yang diluncurkan oleh rezim Kim Jong-un ini adalah jenis terbaru, yaitu roket balistik dengan jarak menengah hingga jauh, Hwasong-12.
 
Uji coba tersebut bertujuan untuk memverifikasi spesifikasi taktis dan teknologi dari misil balistik terbaru yang tengah dikembangkan dan mampu membawa hulu ledak misil berukuran besar.
 
Misil balistik tersebut terbang sekitar 787 kilometer dan mencapat ketinggian 2.211 kilometer. 
 
Namun, misil tersebut diluncurkan pada tingkat yang paling tinggi sehingga tak mempengaruhi keamanan negara-negara tetangga.
 
Dilaporkan pula, Kim secara personal mengamati langsung uji coba peluncuran rudal tipe terbaru ini.
 
DK PBB ancam beri sanksi
 
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras uji coba misil balistik yang kembali dilakukan Korut.
 
DK PBB menekankan pentingnya komitmen dari Korut untuk melakukan denuklirisasi melalui tindakan nyata. Pernyataan dari DK PBB ini ternyata didukung oleh Tiongkok, yang merupakan sekutu dari Korut.
 
 
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menegaskan tindakan ini lagi-lagi melanggar resolusi DK dan mengancam perdamaian dan keamanan kawasan. Perwakilan negara anggota PBB menuntut agar Korut berhenti untuk melakukan uji coba misil balistik. 
 
Tampaknya, ini menjadi peringatan terakhir untuk Korut sebelum ada sanksi baru yang diadopsi. Dalam pernyataan DK PBB tersebut, semua negara anggota, termasuk Tiongkok didesak untuk menjatuhkan sanksi kepada Pyongyang.
 
Pernyataan ini mengisyaratkan adanya fase baru dalam penerapan sanksi untuk Korut, misalnya ekspor batu bara ke Korut, memberlakukan pembatasan ketat terhadap perbankan dan melarang penjualan barang serta peralatan yang berkaitan dengan militer.



(FJR)