Racun Sianida Penyebab Tewasnya Penjahat Perang Bosnia di Ruang Sidang

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 02 Dec 2017 13:58 WIB
Racun Sianida Penyebab Tewasnya Penjahat Perang Bosnia di Ruang Sidang
Slobodan Praljak sempat dilarikan ke rumah sakit, setelah dirinya meminum cairan diduga racun (Foto: AFP).

Den Haag: Pejahat perang Bosnia Slobodan Praljak tewas usai menelan potasium sianida saat melakukan bunuh diri di ruang sidang depan hakim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dua hari lalu.
 
 
"Hasil awal uji toksikologi menunjukkan bahwa Praljak memiliki konsentrasi potasium sianida dalam darahnya. Hal ini mengakibatkan kegagalan hati, yang ditunjukkan sebagai penyebab kematian," ujar jaksa penuntut dari Belanda, seperti dilansir laman Channel News Asia, Sabtu, 2 Desember 2017.
 
Hasil awal dikeluarkan usai autopsi dilakukan di tubuh komandan Kroasia tersebut. Tindakan bunuh dirinya mengejutkan persidangan yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.
 
Penjahat perang Bosnia itu menenggak racun di hadapan pengadilan kriminal PBB, setelah persidangan menetapkan 20 tahun penjara atas tindakan kejahatan selama konflik Balkan.
 
Slobodan Praljak sempat dilarikan ke rumah sakit, setelah dirinya meminum cairan yang diduga sebagai racun. Pria berusia 72 tahun itu tampak mengangkat sebuah botol kecil berwarna cokelat di dalam ruang Pengadilan Kriminal Internasional bekas Yugoslavia (ICTY) di Belanda.
 
Drama mengejutkan ini terjadi ketika hakim membacakan vonis terakhir di pengadilan itu. Mereka membacakan vonis dari enam kasus banding dari para pemimpin politik dan militer Bosnia Kroasia.
 
Pertanyaan muncul mengapa Praljak bisa menyusupkan botol itu ke dalam ruang pengadilan yang ketat. Jika benar cairan itu adalah racun, bagaimana Praljak bisa mendapatkannya di ruang penahanan PBB di Den Haag.
 
Kejadian ini memicu keterkejutan di Kroasia dan tentunya memberikan sorotan kelam atas jalannya persidangan ICTV yang sukses. ICTY ini akan tutup Desember mendatang, setelah dua dekade dibuka sebagai puncak dari konflik Bosnia yang berlangsung 1992-1995.

(FJR)