Kanselir Jerman dalam Tekanan Kebijakan Migran Miliknya

Sonya Michaella    •    Selasa, 11 Oct 2016 07:56 WIB
jerman
Kanselir Jerman dalam Tekanan Kebijakan Migran Miliknya
Kanselir Jerman, Angela Merkel (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Berlin: Kanselir Jerman, Angela Merkel tampaknya sedang di bawah tekanan dalam kebijakan imigran miliknya. Pasalnya, seorang pengungsi asal Suriah ditangkap di Chemnitz atas dugaan serangan teror, kemarin.

Para pejabat Jerman sudah memperingatkan Merkel bahwa pengungsi yang Jerman terima mayoritas berasal dari Suriah, dan itu jelas meningkatkan kewaspadaan Jerman terkait terorisme.

Seperti dilansir CNN, Selasa (1110/2016), ada beberapa serangan dengan dampak rendah di Jerman tahun ini yang dilakukan pengungsi. Hal ini mendorong Pemerintahan Merkel untuk memperketat langkah-langkah keamanan.

Seorang pengungsi asal Suriah telah ditahan oleh polisi Jerman dengan dugaan terkait kelompok militan Islamic State (ISIS) dalam merencanakan serangan bom.

Sebelumnya, polisi menemukan 1,5 kilogram bahan peledak sangat berbahaya di sebuah flat di Chemnitz sebelum menahan pengungsi berusia 22 tahun tersebut.

"Pendekatan dan perilakunya mengarah ke ISIS. Ini mengakhiri pencarian kami selama dua hari atas ancaman bom di Chemnitz," ujar kepala kantor Saxony, Joerg Michaelis.

Polisi membeberkan bahwa pengungsi bernama al-Bakr tersebut datang ke Jerman pada Februari 2015 sebagai pencari suaka. Setahun kemudian, ia resmi diberi suaka pada Juni tahun ini.

Seorang lagi juga ikut ditangkap atas dugaan afiliasi dengan ISIS, yaitu Khalil, berusia 33 tahun yang datang ke Jerman pada November 2015 dan diakui sebagai pengungsi pada Maret 2016.

Merkel pun memuji kepolisian Jerman yang berhasil mencari tersangka dalam pengancaman bom di Chemnitz. 

Juli lalu, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di kereta api dekat Wuerzburg dan festival musik di Ansbach yang melukai 20 orang.



(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

2 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA