ISIC-SI 2017 Targetkan 1.500 Mahasiswa dan Peneliti RI yang Kompeten

   •    Senin, 24 Jul 2017 18:32 WIB
pendidikan
ISIC-SI 2017 Targetkan 1.500 Mahasiswa dan Peneliti RI yang Kompeten
Universitas Warwick di Coventry, Inggris (Foto: Warwicksu)

Metrotvnews.com, Coventry: Konvensi Internasional Peneliti Indonesia (Indonesian Scholars International Convention atau ISIC) oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris Raya (PPI-UK) dan Simposium Internasional ke-9 oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI-Dunia) atau disingkat ISIC-SI 2017, digelar di Universitas Warwick, dari 24 hingga 27 Juli 2017. 

Diselenggarakan PPI-UK, acara gabungan ini bertujuan menyiapkan 1.500 mahasiswa serta peneliti muda Indonesia untuk berkompetisi di dunia profesional secara tangguh dan berkompeten.

Pada Senin 24 Juli pagi waktu Inggris, acara diawali dengan pembukaan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia dan IMO: Dr. Rizal Sukma. Acara juga dihadiri Duta Besar/Utusan Tetap Delegasi Republik Indonesia untuk UNESCO: Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman serta tamu-tamu lain yang didampingi Ketua Pelaksana ISIC-SI 2017: Bapak Samuel Leonardo dan Ketua PPI-UK sebagai tuan rumah acara ISIC-SI 2017 di Inggris: Ibu Alanda Kariza.

"Event ISIC ini merupakan acara tahunan yang sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun, dan tahun ini PPI-UK terpilih menjadi tuan rumah Simposium Internasional PPI-Dunia yang kesembilan," ujar Samuel Leonardo sebagai Ketua Pelaksana ISIC-SI 2017, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin 24 Juli.

Menurut hasil riset McKinsey Global Institute, Indonesia akan mengalami surplus demografi usia produktif di tahun 2030. Oleh karena itu, tema "Memacu Potensi Nasional Indonesia Menuju Tahun 2030" diusung dengan harapan agar acara ini dapat memberikan bekal wawasan kepada pelajar, mahasiswa serta peneliti Indonesia yang dapat membantu mereka bertarung di wilayah ilmu yang mereka geluti.

Seluruh panitia pelaksana acara ISIC-SI 2017 menyediakan berbagai kegiatan, seperti diskusi panel, workshop, konser kesenian, serta kegiatan budaya lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap beragam topik: Entrepreneurship and Start Ups, Sustainable City, Arts and Literature, Indonesian Politics, Financing the Future of Indonesia, dan Learning for Tomorrow.

Selain itu, Richard Graham MP, anggota parlemen Inggris sebagai Utusan Inggris untuk Urusan Perdagangan dengan Indonesia dan Ketua Kelompok Lintas Partai Parlementer Inggris tentang Indonesia, hadir sebagai pembicara kunci pada hari pertama ini. Ia menyampaikan paparannya untuk kesiapan Indonesia menjelang 2030 dalam menghadapi peningkatan demografi usia produktif tersebut.

"Jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di segala penjuru dunia meningkat setiap tahunnya. Oleh karenanya, kami bangga mengundang lebih dari 30 ahli yang berasal dari berbagai bidang ilmu untuk memberi pembekalan soal bagaimana pelajar Indonesia di luar negeri bisa berkontribusi untuk Indonesia,” ujar Alanda Kariza, Presiden PPI-UK. 

Ia menambahkan, “Kami juga menggunakan momentum baik ini mengundang Tulus, solois pria terbaik Indonesia yang saat ini menggelar konser perdananya di Inggris yang serta merta adalah bagian dari rangkaian acara ISIC-SI 2017. Jika selama ini dunia internasional banyak mendengar soal kesenian tradisional Indonesia, kami rasa sudah saatnya untuk kita menunjukkan sisi budaya kontemporer Indonesia, apalagi di negara seperti Inggris Raya yang dikenal dengan industri kreatifnya."

Pakar bidang lainnya hadir dalam acara ini: Ibu Tri Rismaharini, Walikota Surabaya memaparkan pada Sesi Pembangunan; Handry Satriago, CEO GE Indonesia menjadi pembicara pada Sesi Entrepreneurship; dan pengarang buku ‘Laskar Pelangi,’ Andrea Hirata berbagi serba-serbi dunia Literature.

ISIC-SI 2017 memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan acara serupa yang pernah diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia yang berada di luar negeri lainnya, di mana fokus lebih kental dalam memberikan pengetahuan yang bisa diterapkan dengan mengembangkan minat individu.


(WIL)