Erdogan Sebut AS Kehilangan Peran Mediator Timur Tengah

Willy Haryono    •    Senin, 14 May 2018 20:07 WIB
turkipalestina israel
Erdogan Sebut AS Kehilangan Peran Mediator Timur Tengah
Erdogan dalam acara di Chatham House, London, Inggris, 14 Mei 2018. (Foto: AFP/ADRIAN DENNIS)

London: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Amerika Serikat (AS) telah kehilangan perannya sebagai mediator di Timur Tengah usai memutuskan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan disampaikan Erdogan dalam sebuah acara di Chatham House London, Inggris, Senin 14 Mei 2018.

"Melalui langkah terbarunya, Amerika telah memilih untuk menjadi bagian dari masalah (konflik Israel-Palestina), bukan solusi," kata Erdogan, seperti dilansir dari AFP.

"Kami sekali lagi menentang keputusan tersebut, yang melanggar aturan internasional dan juga resolusi PBB," lanjut dia.

Erdogan menyebut pemindahan kedubes AS ke Yerusalem sebagai langkah yang "sangat, sangat disayangkan." Ia menilai pemindahan hanya akan meningkatkan ketegangan atau bahkan memicu perseteruan yang lebih keras antara Israel dengan Palestina.

"Komunitas internasional harus menjalankan perannya secepat mungkin dan mengambil tindakan tegas untuk mengakhiri meningkatnya agresi Israel," ucap Erdogan.

"Pendirian negara independen Palestina di dalam Yerusalem sebagai ibu kotanya adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian dan stabilitas," tambah dia.

Sebuah delegasi AS, termasuk Ivanka Trump, beserta sejumlah pejabat Israel dijadwalkan menghadiri pembukaan kedubes.

Sementara itu tujuh warga Palestina tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka hari ini, dalam bentrokan yang kian memanas antara militer Israel dengan Palestina di sepanjang perbatasan Gaza.


(WIL)