Tiga Orang Dihukum dalam Serangan Molotov di Sinagog Swedia

Arpan Rahman    •    Rabu, 27 Jun 2018 18:14 WIB
vandalismeswedia
Tiga Orang Dihukum dalam Serangan Molotov di Sinagog Swedia
Ilustrasi oleh Medcom

Gothenburg: Pengadilan distrik di Swedia menghukum tiga orang karena kejahatan bernuansa kebencian berupa serangan bom Molotov ke sebuah sinagoga di Gothenburg pada Desember 2017.
 
Dua laki-laki, berusia 24 tahun dan 22 tahun, dijatuhi hukuman dua tahun penjara, sementara terdakwa ketiga, yakni remaja usia 18 tahun, dijatuhi hukuman 15 bulan penjara sesudah pengadilan memutuskan bahwa serangan itu adalah kejahatan rasial.
 
"Kejahatan tersebut memiliki tujuan yang jelas untuk mengancam, melukai, dan mengerasi anggota sinagoga dan komunitas Yahudi secara lebih umum," tulis pengadilan dalam putusannya pada Selasa 26 Juni 2018.
 
"Kejahatan itu memiliki motif kebencian," cetusnya, seperti disitat UPI, Rabu 27 Juni 2018.
 
Serangan itu terjadi selama periode peningkatan kekerasan terhadap orang Yahudi di Swedia. Tepatnya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
Salah satu pria, warga negara Palestina yang tanpa kewarganegaraan, diperintahkan untuk dideportasi dari Swedia setelah menjalani hukumannya dan tidak akan diizinkan kembali hingga 2028.
 
Dua lainnya, seorang warga Palestina dan warga negara Suriah, memiliki status pengungsi dan tempat tinggal permanen, mereka tidak dapat dideportasi.
 
Ketiga orang itu dihukum karena bertindak sebagai bagian dari sekelompok individu bertopeng yang melemparkan bom Molotov di pusat komunitas yang menempel di sebuah sinagoga di Gothenburg, ketika menjadi tuan rumah acara pemuda dengan sebanyak 30 peserta.
 
Bangunan itu tidak terbakar dan tidak ada yang terluka dalam serangan itu, karena polisi mengatakan orang-orang lari ke tempat aman di ruang bawah tanah.


(FJR)