PM Inggris: Serangan ke Suriah untuk Hancurkan Senjata Kimia

Willy Haryono    •    Sabtu, 14 Apr 2018 18:29 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
PM Inggris: Serangan ke Suriah untuk Hancurkan Senjata Kimia
PM Inggris Theresa May. (Foto: AFP)

London: Perdana Menteri Inggris Theresa May mengonfirmasi pasukannya telah dikerahkan untuk melancarkan serangan terkoordinasi ke Suriah. Serangan dilakukan bersama pasukan Amerika Serikat dan Prancis. 

Serangan koalisi Barat merupakan respons atas penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, pada 7 April. Dugaan serangan kimia tersebut menewaskan sedikitnya 40 hingga 75 orang. 

PM May menegaskan serangan koalisi bertujuan melumpuhkan kemampuan senjata kimia Suriah, sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk membunuh masyarakat sipil. 

"Rezim Suriah tercatat pernah menggunakan senjata kimia pada warganya sendiri dalam cara yang kejam," lanjut PM May, seperti dikutip situs resmi pemerintah Inggris, Sabtu 14 April 2018. 

Ia merujuk pada serangan kimia di kota Khan Sheikhoun, Suriah, satu tahun lalu. PM May menyebut berbagai informasi signifikan telah mengindikasikan bahwa rezim Suriah juga bertanggung jawab atas serangan di Douma.

Baca: Rusia Sebut Media Barat Ikut Picu Serangan Koalisi ke Suriah

"Pola sikap (pemerintah Suriah) seperti ini harus dihentikan," ungkap PM May. 

Mengenai tidak adanya mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, PM May menyebut negaranya telah menggunakan segala saluran diplomasi yang ada untuk menghentikan penggunaan senjata kimia di Suriah.

Namun, PM May menyebut upaya diplomatik di level DK PBB selalu dihalangi Rusia yang merupakan sekutu Suriah. Rusia menggunakan hak veto dalam mencegah kerangka resolusi DK PBB untuk melancarkan investigasi independen di Douma. 

"Jadi tidak ada alternatif lain selain menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah," sebut PM May.




(WIL)