Kronologis Tenggelamnya WNI di Danau Trebgas, Jerman

Sonya Michaella    •    Jumat, 10 Aug 2018 19:09 WIB
wni
Kronologis Tenggelamnya WNI di Danau Trebgas, Jerman
Ilustrasi oleh Medcom

Berlin: Kabar mengenai tenggelamnya seorang warga negara Indonesia (WNI) di Jerman, diakui oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Arif Havas Oegroseno.
 
Baca juga: Seorang WNI Dilaporkan Tewas Tenggelam di Jerman.
 
Dubes Havas menyebutkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt pada Kamis 9 Agustus 2018 sore waktu setempat, menerima informasi yang dikirimkan melalui aplikasi whatsapp dari salah seorang WNI di Jerman berinisial (P) yang mengabarkan tentang temannya berinisial (SPDP) yang tenggelam saat berenang di Danau Trebgas Badesse, Bavaria, Jerman.
 
"Pada 8 Agustus (P) dan (SPDP) beserta teman lainnya warga negara Maroko mengunjungi Danau Trebgas. (P) pada saat itu tidak ikut berenang. Setelah 2 jam menunggu (SPDP) tidak kunjung keluar dari danau. Khawatir akan hal ini (P) melaporkan kejadian tersebut ke petugas danau," ujar Havas, kepada Medcom.id, Jumat 10 Agustus 2018. 
 
Kemudian petugas mencoba memanggil (SPDP) berkali-kali melalui pengeras suara, namun tetap tidak datang. (P) bersama petugas pun melaporkan hal ini ke polisi setempat.
 
Havas menambahkan pada hari yang sama, sekitar pukul 16.30 waktu setempat, pihak polisi melakukan pencarian di dalam dan sekitar danau. Pencarian dilakukan hingga pukul 01.30 dini hari waktu setempat, namun belum membuahkan hasil.
 
Keesokan hari pada 9 Agustus sekitar pukul 5.00 sore ditemukan sosok jenazah di sekitar danau. (P) diminta untuk mengenali jenazah tersebut, dan mengiyakan bahwa itu adalah jenazah temannya (SPDP).
 
KJRI Frankfurt telah berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu untuk menginfokan pihak keluarga. Saat berita ini dibuat, KJRI Frankfurt telah berhasil melakukan komunikasi dengan orangtua korban, yang meminta agar jenazah dapat dipulangkan ke Indonesia.
 
Berdasarkan ketentuan di Jerman, untuk jenazah yang meninggal selain di rumah sakit atau di rumah, maka perlu dilakukan proses otopsi terlebih dahulu sebelum jenazah dikuburkan. Saat ini penanganan jenazah masih berada dalam otoritas Pemerintah Jerman
 
KJRI Frankfurt terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan penanganan lebih lanjut atas kasus ini. SPDP merupakan mahasiswi program S1 jurusan Biokimia di salah satu universitas di Jerman.


(FJR)