Prancis Serukan Respons Kuat atas Serangan Kimia di Suriah

Arpan Rahman    •    Rabu, 11 Apr 2018 18:01 WIB
konflik suriahpolitik prancis
Prancis Serukan Respons Kuat atas Serangan Kimia di Suriah
PM Prancis Edouard Philippe dalam sebuah acara di Paris, 6 April 2018. (Foto: AFP/PHILIPPE LOPEZ)

Paris: Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe menyerukan reaksi "kuat, bersatu, dan tegas" terhadap komunitas internasional atas serangan kimia di Douma, Ghouta Timur, Suriah.

Philippe mengatakan tanggapan pemerintahnya atas serangan itu -- yang saat ini sedang diputuskan -- akan memperlihatkan sosok sebenarnya dari negara Prancis. 

"Penggunaan senjata-senjata ini tidak netral. Reaksi kita terhadap penggunaan senjata-senjata ini akan menunjukkan tentang siapa kita sebenarnya," kata Philippe kepada parlemen Prancis, seperti disitat Guardian, Rabu 11 April 2018.

Ia menambahkan, "sekutu rezim Suriah memiliki tanggung jawab khusus dalam pembantaian ini." Philippe merujuk kepada Rusia, sekutu Suriah yang terlibat dalam konflik di negara tersebut sejak 2015. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron berulang kali menegaskan bahwa penggunaan senjata kimia, jika terbukti, merupakan perbuatan yang melanggar batas. Ia menyebut hal tersebut dapat mendorong Prancis menyerang pasukan Suriah. Jika diperlukan, kata dia, Prancis akan bertindak seorang sendiri.

Musim panas lalu, Macron yang baru terpilih, mengatakan kepada kantor berita Guardian bahwa , "ketika Anda sudah menetapkan batasan, jika Anda tidak tahu cara memastikan agar batasan itu dihormati, maka Anda berada di posisi yang lemah. Itu bukan pilihan saya."

"Jika senjata kimia memang digunakan di lapangan, dan kami tahu dari mana asalnya, Prancis akan meluncurkan serangan untuk menghancurkan stok senjata tersebut," lanjut dia.

Menurut laporan beragam sumber, dugaan serangan kimia di Douma pada 7 April telah menewaskan 40 orang.

 


(WIL)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

10 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA