Banjir di Athena, Korban Bertambah 15 Orang

Arpan Rahman    •    Kamis, 16 Nov 2017 14:03 WIB
banjiryunani
Banjir di Athena, Korban Bertambah 15 Orang
Kendaraan yang terkena imbas banjir di Athena, Yunani (Foto: AFP).

Athena: Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, pada Rabu 15 November, mengumumkan keadaan berkabung setelah hujan ganjil semalaman dengan kekuatan setara air terjun membanjiri tiga kota di dekat Athena. Akibatnya menewaskan sedikitnya 15 orang.

(Baca: 7 Orang Tewas dalam Banjir Bandang di Yunani).

"Saat ini, menyatakan keadaan berkabung nasional atas tragedi besar ini sebenarnya hal yang paling tidak bisa kita lakukan," kata Tsipras dalam pidato di televisi.

"Saya berjanji bahwa kita akan beserta keluarga korban dengan segala cara yang kita miliki," tambahnya.

Banjir digambarkan sebagai yang terburuk dalam 20 tahun, Rabu pagi, melanda kota Mandra, Nea Peramos, dan Megara, daerah semi-pedesaan di sebelah barat Athena. Di sana, banyak pabrik dan gudang berbasis.

"Air turun dari gunung, jutaan ton," Wakil Walikota Nea Peramos Stavros Fotiou mengatakan kepada stasiun penyiaran negara ERT. Saat bersamaan, penduduk setempat bersiap menghadapi satu malam lagi diguyur hujan deras.

"Jalan kita hancur total. Sebanyak 1.000 rumah telah tergenang, itu sepertiga dari kota," bubuhnya.

Kantor Gubernur Athena mengatakan bahwa "kekuatan dan bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca belum pernah terjadi sebelumnya."

"Kami memiliki insiden lain di tahun 1999, tapi tidak seperti ini," kata Wali Kota Megara, Grigoris Stamoulis.

Gambar televisi menunjukkan truk tanker, bus, dan tronton hampir benar-benar tenggelam dalam aliran air yang deras, berlumpur kemerah-merahan, meliuk-liuk di seluruh lingkungan sekitar.

Lebih dari selusin orang dirawat di rumah sakit, kata kantor berita negara ANA. Satu orang dikabarkan hilang.

Petugas pemadam kebakaran melaporkan 13 orang tewas ditambah dua penjaga pantai.

Korban tewas, pria dan wanita berusia 35 sampai lebih dari 90 tahun, termasuk beberapa di antaranya direnggut ajal di dalam atau di dekat rumah mereka, seorang sopir truk, seorang pemburu, dan dua orang dihanyutkan ombak yang mengamuk sejauh beberapa kilometer ke laut.

Lebih dari selusin orang diselamatkan dari bus antarkota, sementara yang lainnya melarikan diri dari pabrik Johnson&Johnson yang dinding luarnya roboh.

Kantor perdana menteri mengatakan secara keseluruhan 87 orang sudah diselamatkan. Tsipras mengatakan bahwa tentara akan membantu menampung tunawisma.

Otoritas perlindungan sipil Yunani mengatakan tiga jalan raya putus, lalu lintas pun dialihkan.

Dinas pemadam kebakaran mengaku telah menerima lebih dari 600 panggilan minta tolong. Mereka mengirim hampir 200 petugas pemadam kebakaran ke daerah yang kebanjiran.

Seorang jaksa memerintahkan penyelidikan atas bangunan yang roboh di wilayah tersebut.

Ahli Geologi, Dimitris Papanikolaou, mengatakan konstruksi yang tidak cocok di daerah itu berarti hanya menunggu ambruk ketika bencana terjadi.

"Kita memilih daerah ini sebagai tes untuk banjir," kata Papanikolaou, profesor di universitas di Athena, kepada radio ANA.

"Ini daerah pegunungan dengan jaringan sungai kecil yang berkumpul di aliran deras yang telah diblokir lebih dari 500 meter, tidak ada celah bagi air untuk mengalir," katanya, seperti dikutip Telegraph, Kamis 16 November 2017.

Dua orang tewas dalam banjir di daerah itu pada 1996, kata Papanikolaou.

Daerah yang terkena bencana akan meminta dana solidaritas Uni Eropa, kantor gubernur setempat mengatakan. Pada Selasa, hujan deras juga melanda Pulau Symi di bagian timur Aegean, tanpa menimbulkan korban.



(FJR)