Kecam Krisis Rakhine, Universitas Oxford Copot Lukisan Aung San Suu Kyi

Sonya Michaella    •    Selasa, 03 Oct 2017 10:31 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Kecam Krisis Rakhine, Universitas Oxford Copot Lukisan Aung San Suu Kyi
Lukisan Aung San Suu Kyi yang dipajang di gerbang pintu masuk Universitas Oxford, Inggris. (Foto: Photo: Chen Yanning/ St Hugh's College, Oxford University)

Metrotvnews.com, London: Universitas Oxford di Inggris mencopot lukisan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang dipasang di gerbang utama kampus.

Keputusan pencopotan ini juga didukung sesama alumni, yayasan kampus, hingga rektor Oxford, Dame Elish Angiolini.

Hal ini dilakukan karena Inggris mengkritik krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State dan membuat lebih dari 500 ribu jiwa melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Dikutip dari Asian Correpondent, Selasa 3 Oktober 2017, badan pengelola kampus mengganti lukisan Suu Kyi dengan tokoh lain, pekan lalu, beberapa hari sebelum tahun ajaran baru mulai.

Sementara itu, lukisan Suu Kyi yang merupakan hadiah telah dipindahkan ke tempat penyimpanan.

Tak hanya itu, Dewan Oxford dikabarkan juga akan melucuti penghargaan City of Freedom yang pernah diberikan kepada Suu Kyi pada 1997 saat dirinya masih menjadi tahanan politik oleh junta militer.

Suu Kyi mendapatkan gelar sarjana di Oxford dengan jurusan ilmu politik, filsafat dan ekonomi pada 1964-1967. Pada 2012, Suu Kyi mendapatkan gelar doktor kehormatan dari universitas favorit di dunia.

Lukisan Suu Kyi adalah karya seniman Chen Yanning pada 1997 dan dimiliki suami Suu Kyi yang juga merupakan akademisi Oxford, Michael Aris.

Setelah Aris wafat pada 1999, lukisan itu dihibahkan kepada kampus dan dipasang di pintu masuk kampus di Margaret's Road, Oxford.



(WIL)