Prancis tak Mau Mendiskriminasi Negara Produsen Kelapa Sawit

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 25 Jan 2018 19:10 WIB
kelapa sawitindonesia-prancis
Prancis tak Mau Mendiskriminasi Negara Produsen Kelapa Sawit
Duta Besar untuk Lingkungan dari Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis Xavier Sticker (kanan jas hitam) (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Kelapa sawit tengah menjadi perbincangan di dunia usai Parlemen Uni Eropa berencana menghapus penggunaan biodiesel dari minyak nabati, termasuk kelapa sawit pada 2021 mendatang.
 
Mendengar hal ini, Duta Besar untuk Lingkungan dari Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis Xavier Sticker mengatakan negaranya tidak mendiskriminasi kelapa sawit. Bertemu dengan para awak media di Jakarta, Xavier menuturkan dia datang untuk melakukan penelitian di lapangan mengenai sawit itu sendiri.
 
Bekerja sama dengan pihak swasta, Xavier ingin memberitahu bahwa kelapa sawit sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai hal.
 
"Kami datang ke Indonesia secara khusus untuk mendengar mengenai kelapa sawit di sini. Prancis tidak mendiskriminasi mengenai kelapa sawit ataupun penggunaannya," ucapnya saat ditemui di Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Kamis 25 Januari 2018.
 
Xavier mengatakan dia sudah bertemu dengan kementerian terkait di Indonesia membahas mengenai hal ini. 
 
Namun, kedatangannya ke Indonesia dalam kapasitas sebagai ketua Amsterdam Declaration yang merupakan lembaga yang bertujuan mendukung implementasi komitmen swasta atas deforestasi dan pelestarian kelapa sawit.
 
"Kami tentunya ingin Indonesia juga mendengar mengenai perhatian negara-negara di Eropa, kesempatan untuk bekerja sama dan memberikan kapasitas kami dalam membantu pelestarian kelapa sawit di negara yang memproduksi kelapa sawit," imbuh dia.
 
Dalam kunjungan ini, Xavier bertemu dengan pihak dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan dan bertemu dengan lembaga swadaya masyarakat yang menaungi petani, khususnya petani kelapa sawit.
 
Tak hanya itu pada Sabtu mendatang, Xavier akan melakukan kunjungan ke perkebunan sawit di Pekanbaru. Dia mengatakan akan melihat langsung praktik perkebunan berkelanjutan di wilayah tersebut.



(FJR)