Perintah Penangkapan Dikeluarkan untuk Mantan Pemimpin Catalonia

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 04 Nov 2017 06:42 WIB
referendum catalonia
Perintah Penangkapan Dikeluarkan untuk Mantan Pemimpin Catalonia
Mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont yang saat ini berada di Belgia (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Madrid: Hakim di Spanyol sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont.
 
Perintah penangkapan itu terkait usaha Catalonia untuk memerdekakan diri dari Spanyol.
 
 
Usai kegagalan Catalonia untuk merdeka, Puigdemont terbang ke Brussels, Belgia dengan empat anggota kabinetnya pekan ini setelah pihak berwenang Spanyol memecat dirinya dan 13 anggota kabinetnya.
 
"Jika surat penangkapan itu dikeluarkan, Puigdemont akan berusaha menolak ekstradisi tanpa berusaha memperoleh suaka politik," kata pengacara Puigdemont di Belgia, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu 4 November 2017.
 
Puigdemont dijadwalkan tampil di Pengadilan Nasional Spanyol, Kamis, untuk menjawab tudingan melakukan pemberontakan yang diajukan jaksa Spanyol, namun ia mangkir dari sidang itu.
 
Hakim tersebut memenjarakan sembilan mantan anggota pemerintah separatis Catalonia, Rabu 1 November. Mereka diselidiki atas tuduhan melakukan pemberontakan, provokasi dan korupsi terkait usaha mereka untuk melepoaskan wilayah mereka dari Spanyol. Belakangan ia membebaskan salah satu dari mereka dengan uang jaminan USD58.300.
 
Dalam pidato singkatnya dari Brussels yang diudarakan televisi regional Catalan, TV3, Puigdemont menyerukan pembebasan pemerintah sah Catalonia sementara ratusan orang di luar gedung parlemen Catalonia juga mengungkapkan seruan serupa.
 
Protes atas penahanan
 
Sebagian besar jajaran pemerintahan Catalonia yang digulingkan berada di balik jeruji penjara sejak Jumat pagi 3 November. 
 
 
Mereka terkurung setelah seorang hakim Spanyol memerintahkan penahanan mereka sambil menunggu penyelidikan terhadap peran para tersangka dalam upaya kemerdekaan wilayah tersebut. Perintah ini memicu demonstrasi baru pada Jumat. 
 
Terjadi demonstrasi di depan parlemen Catalonia di Barcelona. Polisi memperkirakan kerumunan massa 20.000 orang. Yang lainnya berkumpul di luar balai kota di seluruh wilayah, termasuk 8.000 orang di Girona dan Tarragona.
 
Massa di Barcelona mengangkat ponsel mereka layaknya lilin menyala dan bendera separatis berkibar -- garis-garis merah dan kuning dengan bintang putih -- juga memegang tanda "libertad" (kebebasan) hitam dan kuning.
 
Orang berkerumun, termasuk pasangan tua dan mama-mama muda yang menggendong balita, meneriakkan "bebaskan tahanan politik" dan "Ini bukan keadilan tapi kediktatoran."



(FJR)