Rusia Mendukung RI dalam Bangun Energi Nuklir untuk Tujuan Damai

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 10 Nov 2017 10:57 WIB
indonesia-rusia
Rusia Mendukung RI dalam Bangun Energi Nuklir untuk Tujuan Damai
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Indonesia tengah mengejar pembangunan nuklir untuk tujuan damai. Hal ini didukung Pemerintah Rusia yang mengklaim sebagai negara energi nuklir terbesar di dunia.

Karenanya, mahasiswa Indonesia bersama dengan perwakilan dari Badan Tenaga Nuklir (BATAN) ikut serta dalam program World Festival of Youth and Student (WFYS) 2017 di Sochi, Rusia. Program ini dilakukan pada 14 hingga 22 Oktober 2017 silam.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, menuturkan negaranya sangat mendukung progran energi nuklir untuk tujuan damai. Karenanya mereka menggunakan program ini untuk keperluan teknologi di negaranya.

"Program ini kami buat untuk memperkenalkan kepada para pelajar dunia bahwa energi nuklir bisa dipakai di berbagai bidang untuk tujuan damai, salah satunya pembangkit listrik," ungkapnya saat ditemui di Pusat Kebudayaan dan Sains Rusia, Jakarta, Kamis, 9 November 2017.

Mengutip pidato Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembukaan WFYS, generasi muda adalah generasi yang bisa membuat dunia lebih baik ke depannya. Karenanya, program tersebut dibuat pemerintah Rusia agar para anak muda dunia bisa bertukar pikiran untuk mendapatkan ide-ide yang membangun dan bisa dikembangkan di negara masing-masing.

Seperti dikatakan oleh salah satu peserta dari Indonesia, Salsabila. Mengambil jurusan Bahasa Prancis di Universitas Indonesia, Salsabila merasa sangat senang mengikuti program WFYS.

"Saya bisa menambah teman, bertukar pikiran, berbagi pengalaman dengan mereka," serunya.

Dia mengatakan yang paling disukainya saat sesi sharing, di mana dia dipertemukan dengam seorang teman dari Kazakhstan. Di situ dia mendapat ide untuk membantu pendidikan teknologi anak-anak Indonesia, pasalnya teknologi dewasa ini semakin canggih.

"Aku ingin agar anak-anak Indonesia bisa melek teknologi. Karena sekarang, apapun yang kita kerjakan dibantu oleh teknologi yang semakin canggih," imbuhnya.

Dalam program WFYS, sebanyak 2.000 anak muda menjadi partisipan. Di antara ribuan anak muda tersebut, Indonesia berada diantaranya.


(FJR)