Putin dan Assad Diskusikan Krisis Suriah di Sochi

Arpan Rahman    •    Selasa, 21 Nov 2017 18:34 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Putin dan Assad Diskusikan Krisis Suriah di Sochi
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Sochi, Rusia, 20 November 2017. (Foto: AFP)

Sochi: Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah bagi pemimpin Suriah Bashar al-Assad yang datang untuk membicarakan krisis di negaranya. Kedua tokoh setuju bahwa fokus dari konflik Suriah sekarang adalah mengalihkan operasi militer ke pencarian solusi politik.

Setelah Assad, Putin dijadwalkan bertemu dengan pemimpin dari Turki dan Iran -- dua negara yang juga terlibat dalam konflik di Suriah.

Putin akan menyampaikan hasil pertemuannya dengan Assad via telepon ke Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para pemimpin Timur Tengah, termasuk Emir Qatar.

"Jalan menuju kemenangan atas teroris di Suriah masih panjang. Namun sejauh ini, kerja sama kami dalam memerangi terorisme di wilayah Suriah sudah hampir berakhir," kata Putin via Kremlin.

"Saya pikir yang terpenting tentu saja mengenai isu-isu politik, dan saya perhatikan Anda sudah siap untuk bekerja dengan semua pihak yang menginginkan perdamaian," tambahnya kepada Assad, seperti dikutip US News, Selasa 21 November 2017.

Menurut Kremlin, pertemuan terjadi pada Senin di Russian Black resor di Sochi. Rincian pertemuan baru diumumkan pada Selasa pagi.

Assad mengenakan jas berwarna gelap dan duduk di sebuah meja kopi kecil dekat Putin. Ia mengatakan kepada pemimpin Rusia tersebut bahwa, "pada tahap ini, terutama setelah kita mencapai kemenangan atas teroris, sudah menjadi kepentingan kita untuk bergerak maju ke proses politik."

"Dan kami percaya bahwa situasi sekarang di lapangan, kami mengharapkan kemajuan dalam proses politik. Kami mengandalkan dukungan Rusia demi memastikan tidak adanya campur tangan pihak luar dalam proses politik," kata Assad, berbicara melalui penerjemah.

Putin dan Assad terakhir bertemu pada 20 Oktober 2015 di Moskow. Beberapa pekan sebelum itu, Moskow meluncurkan operasi militer di Suriah yang mengubah arus konflik sebagai bantuan untuk Assad.


(WIL)