Indonesia-Swedia Rajut Kerja Sama Ekonomi Kreatif

Sonya Michaella    •    Rabu, 22 Nov 2017 10:05 WIB
indonesia-swedia
Indonesia-Swedia Rajut Kerja Sama Ekonomi Kreatif
Pertemuan antara Bekraf, Kemlu RI, Pemkot Semarang&Bandung dengan pihak Swedia. (Foto: Dok. KBRI Stockholm)

Stockholm: Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan juga Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI, mengunjungi Swedia untuk menindaklanjuti kerja sama ekonomi kreatif.

Kunjungan tersebut dalam rangka perwujudan Naskah Kesepakatan Letter of Intent antara pemerintah Swedia dan Indonesia di bidang ekonomi kreatif.

Dokumen tersebut merupakan buah kesepakatan yang ditandatangani Kepala Bekraf dan Menteri Enterprises di Bogor, 22 Mei 2017.

Sebanyak 11 pengusaha dan dua rombongan Pemerintah Kota turut serta dalam kunjugan ini. Semarang dan Bandung menjadi dua kota yang tertarik untuk menjajaki kerja sama di bidang informasi teknologi dan smart cities dengan Stockholm.

"Kami menyambut positif keinginan dua pemerintah kota ini, untuk pengembangan kerja sama dengan Stockholm yang telah sepakat untuk bekerja sama di bidang pusat inovasi, kreatifitas, teknologi serta riset," kata Presiden Dewan Kota Stockholm (setingkat Wali Kota), Eva Louise Erlandsson.

Seperti keterangan tertulis dari KBRI Stockholm yang diterima Metrotvnews.com, 22 November 2017, baik Swedia maupun Indonesia sepakat bahwa ke depannya, ekonomi kreatif diharapkan dapat berkembang menjadi soft power.

"Jika sektor industri kreatif Indonesia betul-betul digarap secara baik, bukan hal mustahil Indonesia bisa berjaya di skala internasional seperti yang terjadi pada Korea dengan K-Pop-
nya," ujar Duta Besar RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro.

Dari sisi Bekraf, Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, Swedia sangat tertarik untuk kerja sama di bidang games, aplikasi (apps) dan musik.

"Ekonomi kreatif memiliki potensi yang besar terhadap perekonomian nasional," ungkap Ricky. Menurut dia, ada tiga sub-sektor ekonomi kreatif yang memiliki daya tarik dan dapat mempengaruhi berkembangnya sektor lain.


(FJR)