Inggris dan Kanada Larang Warganya Kunjungi Filipina Selatan

Sonya Michaella    •    Jumat, 28 Jul 2017 09:36 WIB
terorisme di filipina
Inggris dan Kanada Larang Warganya Kunjungi Filipina Selatan
Status darurat militer di wilayah Selatan Filipina diperpanjang hingga akhir tahun (Foto: ABS-CBN).

Metrotvnews.com, London: Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan berpergian ke Filipina Selatan, akibat konflik di Marawi yang hingga kini masih memanas.

Tak hanya Inggris, Kanada dan Australia juga mengeluarkan peringatan serupa pekan ini secara bebarengan. Peringatan ini keluar menyusul perpanjangan status darurat yang ditetapkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, sampai akhir tahun ini.

Inggris menyebut serangan teroris kemungkinan masih mengintai Filipina, dan ancaman terbesar masih ada di Mindanao.

Sementara itu, Pemerintah Kanada mengimbau agar warganya tidak mengunjungi Filipina Selatan, khususnya Mindanao.

"Ada bahaya yang besar dari serangan teroris serta penculikan dan penyanderaan di wilayah itu," sebut pernyataan resmi dari Kanada.

Dilansir dari Reuters, Jumat 28 Juli 2017, namun Pemerintah Kanada masih memperbolehkan warganya menyambangi Davao, asalkan ada keperluan mendesak dan penting.

Sama halnya pula dengan Pemerintah Negeri Kanguru. Australia mengimbau warganya agar tak berwisata ke pulau-pulau di Filipina Selatan.

Mindanao menempati 30 persen kawasan Filipina dan merupakan rumah bagi 20 juta penduduk.

Mindanao juga merupakan destinasi favorit bagi para turis mancanegara, terutama dari negara-negara Barat.





(FJR)